Potensi pencemaran airtanah oleh unsur nitrogen disekitar kawasan peternakan kecamatan Cangkringan kab. sleman menggunakan SIG
Samsiyah, Drs. Sutanto B.R.
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian dan penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua model yaitu model potensi pencemaran airtanah dengan pencemaran airtanah aktual oleh unsur nitrat, penelitian ini berlokasi di sekitar kawasan peternakan Kecamatan Cangkringan dengan luas 47,26 Km 2. Penelitian ini didasari konsep bahwa potensi pencemaran airtanah merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengelolaan potensi sumberdaya airtanah. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kedalaman muka airtanah dan data konsentrasi nitrogen dalam airianah. Data sekunder yang diperlukan adalah data teksktur tanah, data material batuan, ketinggian tempat dari muka air laut dan data jarak horisontal. Setiap parameter diberi skor berdasarkan diagram untuk menilai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pencemaran airtanah yang dikemukakan oleh Legrand dalam Todd (1980). Sebagai pembanding digunakan data konsentrasi nitrat dalam airtanah yang diklasifikasikan dengan mendasarkan pada baku mutu air minum golongan B yang sesuai dengan PP no. 20 lahun 1990 ( Surat Keputusan Menteri Kependudukan dan Lingkungan Hidup, 1990). Pengolahan dan analisis data menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan program Arc/Info dan Arc/View. Berdasarkan hasil pengolahan data yang ada, diperoleh nilai korelasi antara model potensi pencemaran airtanah dengan pencemaran airtanah dengan pencemaran airtanah aktual oleh unsur nitral, dan dari hasil tersebut dapat disimpulkan adanya hubungan antara dua model tersebut dapat disimpulkan adanya hubungan antara dua model tersebut. Hubungan yang dimaksud dapat dilihat dari persentase luas daerah yang tercemar pada klas-klas antara duu model yang hampir sama, dan dapat juga dibuktikan dengan adanya bentuk persebaran klas-klas dua model tersebut yang dapat dilihat pada peta dua model pencemaran airtanah tersebut. Model tersebut dapat digunakan untuk menentukan kebijakan dalam pengendalian dampak lingkungan.
-
Kata Kunci : Pencemaran airtanah,Sistem Informasi Geografis,Cangkringan,Sleman,DIY