Laporkan Masalah

Daya Saing Pariwisata Kabupaten di Jalur Pantai Selatan Jawa

AURORA DIVA NEFFERTITI, Dr. Luthfi Muta’ali., S. Si., M. T.

2024 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa dirancang untuk meningkatkan konektivitas wilayah selatan Pulau Jawa serta sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di jalur tengah dan utara. Jalur ini membentang melalui 24 kabupaten di lima provinsi dengan potensi pariwisata yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing pariwisata kabupaten di sepanjang Jalur Pansela Jawa, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing, serta memberikan rekomendasi kebijakan kontribusi pariwisata berbasis daya saing.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari publikasi terkait pariwisata. Analisis daya saing dilakukan dengan dua dimensi yang mencakup 15 variabel. Metode entropi digunakan untuk menentukan bobot variabel, mengurangi subjektivitas, dan menghasilkan skor daya saing pariwisata. Selanjutnya, analisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi faktor penentu daya saing, sedangkan analisis SWOT diterapkan dalam penyusunan strategi peningkatan daya saing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Banyuwangi memiliki skor daya saing tertinggi, sedangkan Kabupaten Lumajang memiliki skor terendah. Secara umum, perkembangan daya saing kabupaten di Jalur Pansela mengalami peningkatan, dengan Garut sebagai kabupaten dengan peningkatan terbesar. Namun, Kabupaten Pangandaran menjadi satu-satunya kabupaten dengan perkembangan menurun yang menandakan belum pulihnya pariwisata di daerah ini setelah COVID-19. Faktor penentu utama daya saing meliputi pendukung pariwisata dan kontribusi pariwisata. Rekomendasi kebijakan disusun dalam 4 tipologi yang menekankan pemanfaatan potensi daerah serta mengatasi permasalahan kontribusi pariwisata. Strategi bagi kawasan dengan tipologi IV ditekankan untuk dapat meningkatkan posisi dan kemampuan bersaingnya dengan meningkatkan citra destinasi, memanfaatkan digitalisasi, dan inovasi pengelolaan. Sedangkan pada kawasan tipologi I-III difokuskan pada penguatan keunggulan dan pengembangan peluang,

Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa was designed to enhance connectivity in the southern region of Java Island and serve as an alternative route to alleviate congestion in the central and northern routes. This route spans 24 regencies across five provinces, offering high tourism potential. This study aims to analyze the tourism competitiveness of regencies along the Pansela Route, identify factors influencing competitiveness, and provide policy recommendations for tourism development based on competitiveness.

This research employs a quantitative approach with secondary data analysis obtained from tourism-related publications. Tourism competitiveness was analyzed across two dimensions, encompassing 15 variables. The entropy method was used to determine variable weights, reducing subjectivity, and generating tourism competitiveness scores. Furthermore, factor analysis was employed to identify key determinants of competitiveness, while SWOT analysis was applied to formulate strategies for enhancing competitiveness.

The results show that Banyuwangi Regency has the highest competitiveness score, while Lumajang Regency has the lowest. Overall, the competitiveness of regencies along the Pansela Route has increased, with Garut Regency experiencing the most significant improvement. However, Pangandaran Regency is the only one with a declining competitiveness score, indicating that its tourism sector has not yet recovered from the impact of COVID-19. The main determinants of competitiveness include tourism support and tourism contributions. Policy recommendations are organized into four typologies, focusing on leveraging regional potential and addressing tourism development challenges. For areas in Typology IV, strategies emphasize improving destination image, utilizing digitalization, and innovative management. Meanwhile, areas in Typologies I-III are encouraged to strengthen their advantages and capitalize on opportunities.

Kata Kunci : Jalur pantai selatan, daya saing pariwisata, metode entropi, analisis faktor, analisis SWOT.

  1. S1-2024-458657-abstract.pdf  
  2. S1-2024-458657-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-458657-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-458657-title.pdf