Laporkan Masalah

Analisis alokasi belanja anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Jeneponto, 2004

SALINDEHO, Noldy Z, Prof.Dr. Mardiasmo, MBA.,Akt

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini membahas masalah pengalokasian belanja daerah, yaitu pengoptimalan sumber daya pemerintah daerah dalam alokasi belanja daerah APBD Kabupaten Jeneponto tahun 2004. Tujuan penelitian ini adalah menyusun suatu model pengalokasian belanja daerah dan menentukan alokasi belanja daerah Kabupaten Jeneponto yang ideal pada tahun anggaran 2004 serta membandingkan hasil penelitian dengan RAPBD dan APBD. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini digunakan alat analisis Linear Programming dengan menggunakan sumber daya personil, aset dan organisasi sebagai input. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APBD Kabupaten Jeneponto tahun 2004 belum menunjukkan penggunaan sumber daya secara optimal dalam pengalokasian belanja daerah. Ditemukan pula alokasi belanja akan ideal apabila selisih antara APBD dan belanja ideal adalah nol, yang dalam penelitian ini selisih tersebut berada pada satu garis yang disebut “salindeho line”. Dengan menggunakan salindeho line maka kinerja proses ratifikasi dikatakan akan semakin baik apabila pergerakan dari RAPBD ke APBD semakin mendekati salindeho line. Dasar tersebut kemudian berimplikasi pada kesimpulan bahwa kinerja proses ratifikasi APBD secara keseluruhan belum dapat memperbaiki angka APBD menuju alokasi belanja yang ideal bagi pemerintah daerah untuk menyelesaikan visi dan misi daerah. Analisis terhadap APBD dengan salindeho line juga menemukan terjadi overestimate expenditure alokasi anggaran di dua kelompok belanja dalam APBD Kabupaten Jeneponto Tahun 2004 yakni kelompok pelayanan dasar dan administrasi umum pemerintahan. Kuantitas selisih dengan belanja ideal terbesar ada pada kelompok belanja pembangunan ekonomi yang jumlah alokasi belanjanya sangat kecil dibanding yang ideal. Alokasi Belanja untuk bidang pembangunan ekonomi yang sangat kecil dipekirakan merupakan salah satu penyebab APBD Kabupaten Jeneponto sulit untuk dapat memainkan perannya selaku stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jeneponto. Identifikasi terhadap jumlah alokasi belanja daerah pada APBD Kabupaten Jeneponto Tahun 2004 menunjukkan belum ada besaran alokasi anggaran yang benar-benar sesuai kebutuhan riil masyarakat.

This research is to discuss matters arise related to the allocation of regional expenditures, focusing on optimization of regional government’s resources in regional expenditure allocation in APBD Kabupaten Jeneponto in the year of 2004. The objective of this research is to build a model of regional expenditure allocation and determine the ideal regional expenditure allocation of Kabupaten Jeneponto for the budget year of 2004 also figure out the comparison of the result of the research to the deliberate allocation in RAPBD and APBD for the related year. The tool of analysis applied in this research is The Linear Programming Method using the input variables of personnel resources, assets and organization. The results of the research indicate that APBD Kabupaten Jeneponto for the year of 2004 has not made use of the resources optimally in allocating regional expenditures. The ideal expenditure allocation is obtained if the gap of APBD and ideal expenditure is zero, the gap cited above in this research lie within a line called “salindeho line”. By taking the salindeho line into application one can declare that the performance of ratification process becomes better if the movement from RAPBD to APBD gets closer to salindeho line. This basic idea is then later gives implication to the conclusion that the performance of APBD ratification process in a whole has not been able to improve the APBD towards the ideal expenditure allocation for the favor of regional government in accomplishing its vision and mission. The analysis of APBD using the salindeho line also exposes the occurrence of overestimate expenditure allocation in the two groups of expenditures in APBD Kabupaten Jeneponto for the year of 2004, i.e. the group of basic service and government general administration expenditures. The largest gap of the expenditure compared to ideal amount found in the group of economic development expenditures which has the smallest allocation compared to the ideal expenditure. The small expenditures allocation for the economic development section is believed to be one the reasons of the inability of APBD Kabupaten Jeneponto plays its role as a stimulant of economic growth in Kabupaten Jeneponto. The facts uncovered in analyzing the regional expenditure allocation in APBD 2004 Kabupatem Jeneponto indicates that the measurement of the budget allocation depicts the public real needs has not been existed.

Kata Kunci : APBD,Alokasi Belanja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.