Luaran anak dengan penyakit jantung rematik dan sydenham chorea berulang
Ali Rohmad, Prof. Dr. dr. E.S. Herini, SpA(K); dr. Nadya Arafuri, M. Sc, SpA(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak
Latar Belakang: Demam Rematik Akut (DRA) merupakan penyakit autoimun yang dapat berkembang menjadi Penyakit Jantung Rematik (PJR) dengan komplikasi seperti Sydenham Chorea (SC). PJR menyebabkan morbiditas signifikan pada anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor prognostik, mengevaluasi efektivitas pemantauan rutin, dan menganalisis perubahan kualitas hidup pasien dengan PJR dan SC berulang.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan longitudinal selama 12 bulan pada pasien PJR dan SC berulang. Variabel yang diamati meliputi kepatuhan minum obat, status gizi, gagal jantung, perilaku, kesehatan lingkungan, gangguan psikososial dan kualitas hidup.
Hasil: Kepatuhan pasien terhadap pengobatan meningkat dari tingkat sedang (skor MMAS-8: 7) menjadi tinggi (skor MMAS-8: 8) setelah intervensi edukasi dan konseling sehingga tidak ada kekambuhan PJR maupun SC yang tercatat selama periode pengamatan. Evaluasi ekokardiografi menunjukkan tidak ada progresivitas kerusakan katup. Skor kualitas hidup (PedsQL 3.0) meningkat dari 67,21% menjadi 87,5%. Intervensi komprehensif, termasuk edukasi kesehatan dan perbaikan lingkungan, meningkatkan kesehatan psikososial dan kualitas hidup pasien.
Kesimpulan: Pemantauan rutin dan edukasi kesehatan secara komprehensif efektif dalam mencegah kekambuhan PJR dan SC, meningkatkan kualitas hidup, dan mengoptimalkan pengelolaan PJR.
Kata kunci: Penyakit jantung rematik, demam rematuk akut, sydenham chorea, kualitas hidup
Introduction: Acute Rheumatic Fever (ARF) is an autoimmune disease that can progress to Rheumatic Heart Disease (RHD) with complications such as Sydenham Chorea (SC). RHD contributes significantly to morbidity among children, especially in developing countries like Indonesia. Objective: This study aims to identify prognostic factors, evaluate the effectiveness of routine monitoring, and analyze changes in the quality of life in patients with recurrent RHD and SC. Methods: A longitudinal study was conducted over 12 months on patients with recurrent RHD and SC. The observed variables included medication adherence, nutritional status, heart failure, behavior, environmental health, psychosocial disorders, and quality of life. Results: Patient adherence to medication improved from moderate (MMAS-8 score: 7) to high (MMAS-8 score: 8) after educational and counseling interventions. During the observation period, there were no recorded recurrences of RHD or SC. Echocardiography evaluations indicated no progression of valve damage. The quality-of-life score, as measured by the PedsQL 3.0, increased from 67.21% to 87.5%. Comprehensive interventions, including health education and environmental improvements, increased psychosocial health and overall quality of life. Conclusion: Routine monitoring and comprehensive health education effectively prevent the recurrence of RHD and SC, improve quality of life, and optimize the management of RHD. Keywords: Rheumatic heart disease, acute rheumatic fever, Sydenham chorea, quality of life
Kata Kunci : Penyakit jantung rematik, demam rematuk akut, sydenham chorea, kualitas hidup