Evaluasi Deteksi Dini dan Respons Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Vaccine Derived Poliovirus Type 2 (VDPV2) di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2023
Nindy Fadellah Wulan Safitri, dr. Riris Andono Ahmad, MPH, Ph.D; dr. Risalia Reni Arisanti, MPH; Andri Setyo Dwi Nugroho, S.Kep, Ns, MPH
2024 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar belakang: Pada 18 Desember 2023 dilaporkan keberadaan
1 kasus VDVP2 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kasus VDPV2 merupakan seorang
anak perempuan berusia 6 tahun dengan keluhan lumpuh/layuh akut. Penelitian ini
bertujuan untuk evaluasi deteksi dini dan respons penannggulangan KLB VDPV2 di
Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023. Metode: Penelitian bundling tesis
terdiri dari tiga sub-studi. Studi evaluasi surveilans AFP di Kabupaten Klaten
secara deskriptif observasional menggunakan kuesioner berdasarkan kerangka
konsep WHO 2006 terhadap 10 orang petugas surveilans. Studi analitik
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan deteksi AFP pada tenaga
medis dan tenaga kesehatan di Kabupaten Klaten menggunakan studi potong lintang
melalui pengumpulan data primer 120 responden yang dipilih secara proportional
random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat,
dan multivariat. Studi evaluasi kecepatan dan ketepatan program respons
akut penanggulangan KLB VDPV2 secara deskriptif observasional terhadap
pengelola program surveilans berdasarkan panduan WHO 2022 terkait dengan
respons minimal dalam penanganan KLB/Wabah. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa
sistem surveilans AFP memiliki kekuatan dalam pembagian sumber daya,
sosialisasi, deteksi dan konfirmasi kasus, pencatatan, pelaporan, serta
logistik surveilans AFP. Kelemahan
dalam keterwakilan sistem surveilans AFP di Kabupaten Klaten masih belum
optimal dalam hal kegiatan koordinasi, sosialisasi dan monitoring serta
evaluasi kepada jejaring puskesmas. Usia, jenis kelamin, profesi, dan
motivasi secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan deteksi dini AFP pada
tenaga medis dan kesehatan. Pelaksanaan respons akut untuk penanggulangan KLB
VDPV2 berjalan optimal dengan kecepatan dan ketepatan sesuai standar WHO. Kesimpulan: Implementasi
sistem surveilans AFP di Kabupaten Klaten sudah optimal. Memaksimalkan fungsi
monitoring dan evaluasi kepada unit jejaring dalam pelaksanaan surveilans AFP
secara rutin untuk meningkatkan penemuan kasus AFP.
Background: A case of
VDPV2 was reported in Klaten, Central Java, on December 18, 2023, involving a
6-year-old girl with acute paralysis. This study aims to assess the early
detection and response efforts for the 2023 VDPV2 outbreak in Klaten. Methods:
Thesis bundling research included three sub-studies. Descriptive observational
study of AFP surveillance evaluation in Klaten using questionnaire from WHO
2006 conceptual framework with 10 surveillance staff. Analytical study on factors influencing AFP
detection knowledge among medical and health workers in Klaten using
cross-sectional study through primary data collection from 120 respondents
selected by proportional random sampling. Univariate, bivariate and
multivariate data were analyzed. Descriptive observational study to evaluate
the timeliness and accuracy of acute response program for VDPV2 outbreak
response to surveillance program managers based on WHO 2022 guidelines related
to minimum response in outbreak management. Results: The AFP
surveillance system has strengths in resource allocation, socialization, case
detection and confirmation, recording, reporting and AFP surveillance
logistics. However, weaknesses remain
in the representation of the AFP surveillance system in Klaten District,
particularly in coordination, socialization, and monitoring and evaluation
activities with Community Health Center (CHC) networks.
Age, gender, profession, and motivation were significantly associated with
early AFP detection knowledge among medical and healthcare personnel. The acute
response to the VDPV2 outbreak was implemented optimally, with speed and
accuracy aligning with WHO standards. Conclusion: The implementation of the AFP surveillance
system in Klaten has been optimal. Maximizing the monitoring and evaluation
functions of network units in conducting routine AFP surveillance is essential
to enhance AFP case detection.
Kata Kunci : Surveillance, Outbreak, Polio, Klaten