Laporkan Masalah

Analisis beberapa kecamatan sebagai pusat dan pendukung (Hinterland) pertumbuhan ekonomi wilayah di Kabupaten Purworejo, 1998-2002

MUHAJIRIN, Laode, Drs. M. Adnan Hadjam, MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo yang mempunyai prospek sebagai pusat pertumbuhan wilayah. Kedua, untuk menentukan kecamatan-kecamatan sebagai daerah pendukung (hinterland) di Kabupaten Purworejo. Ketiga, untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor-sektor unggulan setiap kecamatan di Kabupaten Purworejo. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi data fasilitas ekonomi, fasilitas sosial dan fasilitas pemerintahan, jumlah penduduk tiap kecamatan, PDRB Kecamatan Tahun 2002. Sumber data diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Purworejo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Purworejo, dinas dan instansi terkait yang ada dalam lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Alat analisis yang digunakan adalah analisis scalogram untuk mengidentifikasi kecamatan-kecamatan di Kabupaten Purworejo yang berpotensi menjadi kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah, analisis model gravitasi untuk menentukan kecamatan yang menjadi hinterland bagi Kecamatan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Wilayah, dan analisis Location Quotient untuk mengidentifikasi dan menganalisis sektor-sektor unggulan setiap kecamatan di Kabupaten Purworejo. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan penilaian terhadap fasilitas-fasilitas perkotaan yang berada di tiap kecamatan dapat diidentifikasi 2 kecamatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yaitu Kecamatan Purworejo dengan nilai sebesar 2.667 kemudian Kecamatan Kutoarjo dengan nilai 1.749. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah, Kecamatan Purworejo berfungsi sebagai pusat pengembangan regional Kabupaten Purworejo bagian timur yang melayani daerah belakangnya yaitu Kecamatan Purwodadi, Bener, Gebang, Banyuurip, Bagelen, Kaligesing dan Bayan sedangkan Kecamatan Kutoarjo memiliki pusat strategis sebagai pusat pengembangan regional Kabupaten Purworejo bagian barat yang melayani daerah belakangnya yaitu Kecamatan Butuh, Grabag, Pituruh dan Kemiri. Hasil analisis Location Quotient (LQ) periode 1998-2002 dapat diketahui bahwa yang merupakan sektor basis atau sektor unggulan Kabupaten Purworejo adalah sektor pertanian dan sektor pertambangan memiliki nilai rata-rata yang sama sebesar 1,12 serta sektor perdagangan, hotel dan restoran 1,08. Kecamatan Purworejo dan Kutoarjo yang merupakan kecamatan pusat pertumbuhan ekonomi wilayah pada periode penelitian tahun 1998-2002 berdasarkan hasil LQ menempatkan ke dua kecamatan tersebut memiliki sektor basis yang terbesar dan terdiversifikasi dalam 6 sektor unggulan yaitu industri, listik dan air minum, bangunan, angkutan, keuangan dan jasa-jasa sedangkan wilayah kecamatan dengan orientasi sektor unggulan terendah adalah Kecamatan Bruno, Butuh dan Bener dengan hanya 2 sektor basis yang sama yaitu sektor pertanian dan sektor perdagangan.

The objectives of this research one firstly of to identify potential growth center districts of Purworejo Regency. Secondly, determine whether any of these were the hinterland of Purworejo, and thirdly, blue chip (superior) sector analyses in these districs. The data used in this research are secondary data were used such as facilities of economic, social, administration (government); district population, district PDRB 2002, all of which gathered from Badan Pusat Statistik Purworejo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Purworejo, Agencies and other related institution of Sekretariat Daerah. Scalogram was the tool of examination of growth center potential, while gravitation model to identify growth center hinterland, and Location Quotient to blue chip sector analyses. The findings of this research indicate that base on the city fasilities, two districts found to be the growth center were District of Purworejo by 2.667 value, District of Kutoardjo by 1.749. As growth center, District Purworejo served as regional development center for eastern region serving its backside including Purwodadi, bener, gebang, Banyuurip, Begelen, Kaligesing, and Bayan; while Kutoardjo served as regional development center for west region serving its backside including Butuh, Grabag, Pituruh, and Kemiri. Location Quotient 1998-2002 showed that agriculture was the blue chip sector of the regency, as well as the mining sector average of 1.12, commerce, hotel, and restaurant were 1.08. District of Purworejo and Kutoardjo were growth center based on research period 1998-2002, LQ let the two having the biggest base sector and diversified into 6 blue chip sectors, such as industry, electricity and water, construction, transportation, finance, and services. Districts with lowest sector orientation were Bruno, Butuh and Bener by only two base sectors, agriculture and commerce.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi,Dukungan Kecamatan (Hinterland)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.