Kinerja anggaran Kabupaten Sleman di era Otonomi Daerah :: Ditinjau dari Tingkat Efisiensi dan efektivitas APBD
WINARTI, Safitri Endah, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi dan pertumbuhan masing-masing komponen pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sleman. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kinerja pengelolaan keuangan daerah dilihat dari efisiensi dan efektivitas pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sleman. Akhirnya, penelitian ini menganalisis tentang kaitan antara Renstrada dengan anggaran daerah Kabupaten Sleman. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder berupa data anggaran dan realisasi pendapatan dan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sleman tahun anggaran 2000-2003. Data tersebut diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah dan Bappeda Kabupaten Sleman. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Comparative Budget Statement (CBS), efisiensi dan efektivitas. Hasil analisis CBS vertikal menunjukkan bahwa proporsi terbesar dalam pendapatan daerah adalah dari dana perimbangan yaitu 82,99% dari total pendapatan daerah. Hasil analisis CBS horisontal menunjukkan bahwa perkembangan absolut pendapatan paling besar adalah dari dana perimbangan sebesar Rp88.484.373.313. Bagian dana perimbangan juga mempunyai pertumbuhan relatif dan perkembangan rasio yang terbesar yaitu 62,10% dengan rasio 1,62. Hasil analisis CBS vertikal menunjukkan bahwa proporsi terbesar belanja daerah adalah belanja aparatur daerah sebesar 54,22% dari total belanja. Hasil analisis CBS horisontal menunjukkan bahwa perkembangan secara absolut pada belanja yang paling besar adalah belanja pembangunan atau belanja pelayanan publik sebesar Rp85.806.475.217. Belanja tak tersangka mempunyai pertumbuhan relatif yang terbesar yaitu 417,73%. Hasil analisis efisiensi menunjukkan bahwa tingkat efisiensi rata-rata adalah 52,23 yang menunjukkan fluktuasi dalam tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Hasil analisis efektivitas menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah rata-rata adalah sebesar 101,58 yang menunjukkan fluktuasi dalam tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah selama periode penelitian. Efektivitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sleman berada dalam kategori sangat efektif. Keterkaitan rencana strategis daerah (Renstrada) dengan anggaran belanja daerah tidak banyak terlihat yang terbukti dari beberapa alokasi belanja yang tidak sesuai dengan visi dan misi yang terdapat dalam Renstrada. Hal ini disebabkan oleh kepentingan politik DPRD bisa menjadi hambatan, karena begitu dominan. Kegiatan dan proyek yang disetujui belum tentu efektif dan efisien
This research attempts to analyze the proportion and the growth of every components of Local Income and Expenditure Budget in Sleman Regency. This research also attempts to analyze the performance of financial management in the efficiency and effectiveness of the local income and expenditure of Sleman Regency. At last, this research analyzes the relationship between local strategic planning (Renstrada) and the local budget of Sleman Regency. The data used in the research are primary and secondary data including the budget and realization of income and expenditure in the local income and expenditure budget of Sleman Regency in the year of 2000-2003. These data are obtained from the Financial and Assets Management Bureau and Local Development Planning Bureau (Bappeda) of Sleman Regency. The analysis methods applied in this research are Comparative Budget Statement (CBS), efficiency and effectiveness analysis. The vertical CBS analysis shows that the highest proportion in local income is from the balancing fund, i.e. 82.199% of the local total income. The horizontal CBS analysis shows that the highest absolute growth of income is from the balancing fund as Rp88,484,373,313. The balancing fund also has the highest relative and ratio growth, i.e 62.10% and the ratio is 1,62. Vertical CBS analysis shows that the highest proportion of local expenditure is local apparatus expenditure as 54.22% of total expenditure. The horizontal CBS analysis results shows that the highest absolute growth of expenditure is development or public service expenditure as Rp85,806,475,217. Unpredicted expenditure has the highest relative growth as 417.73%. The efficiency analysis result shows that the average efficiency level is 52.23 that shows a fluctuation in local financial mana gement efficiency. The effectiveness analysis result shows that the average efectiveness level is 101.58 that shows a fluctuation in local financial management effectiveness. The effectiveness of Local Income and Expenditure Budget of Sleman Regency is in very effective category. The relationship between local strategic planning (Renstrada) ada local expenditure budget is not much proved. It can be seen from the expenditure allocation that’s not appropriate to Renstrada. It’s cause by the political interest of local house of representatives (DPRD) that can be a threat because it’s so dominant. The activity or project agreed upon isn’t always effective and efficient.
Kata Kunci : Anggaran Daerah,Otonomi Daerah