Laporkan Masalah

Perkembangan pendapatan petani padi dan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bantul

SONDANG, Dr. Soetatwo Hadiwigeno, MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan budidaya tanaman padi sebagai wahana untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bantul. Kegiatan usahatani yang diteliti adalah kegiatan usahatani padi sawah. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan petani padi guna mengetahui kemampuan usahatani tanaman padi dalam menopang kehidupan rumah tangga petani dan analisis kesenjangan hasil untuk mengetahui kemampuan produktivitas tanaman padi. Variabel yang diteliti adalah produksi padi, nilai produksi gabah, biaya produksi usahatani dan konsumsi pengeluaran rumah tangga petani. Ekstrapolasi terhadap produksi tanaman padi, nilai produksi gabah dan pendapatan petani juga dilakukan untuk mengetahui keadaan budidaya tanaman padi pada masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 1990-2002 yang diperoleh dengan cara studi kepustakaan dan penelitian lapangan. Hasil penelitian memberikan beberapa kesimpulan : 1. budidaya tanaman padi tidak lagi mampu dipakai sebagai wahana untuk mengentaskan kemiskinan, disebabkan pendapatan petani yang diperoleh dari usahatani padi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pengeluaran rumah tangga; 2. harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani masih dapat dicapai dengan menaikkan indeks pertanaman dan penerapan teknologi pertanian yaitu penggunaan benih/bibit bermutu tinggi; 3. hasil analisis yield gap diperoleh bahwa Kabupaten Bantul memiliki rata-rata produktivitas gabah tertinggi baik secara regional maupun nasional; 4. meskipun Kabupaten Bantul pada saat ini masih merupakan daerah surplus beras dan memiliki rata-rata produktivitas padi tertinggi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi jika terobosan baru tidak dilakukan, maka pada tahun 2008 diperkirakan Bantul akan mengimpor beras dari luar daerah.

The objectives of this research was evaluated the availability of paddy farms reduction the poverty in Bantul region.The research was analyzed rice production under gravity irrigation. Net farm income from paddy plants was used to measured the availability of the paddy farms in support the famers household needs. Perception about the yield gap was used to measure the productivity of paddy plants. Extrapolation of production, value of grains, and net income of farmers were used to estimate the future of paddy plants. This research got data from library study and field research and using secondary data since1990-2002. Some conclution found are : 1. paddy farms was not availability more in reduction of poverty, because the net farm income from paddy plants did not enough to support the farmers household needs; 2. hope for increase farmers community welfare can be done by increasing plant intensities and adoption the technology of agriculture like using high seed quality; 3. Bantul Regency was the highest yield rice production in regional and national scope; 4. although Bantul regencies was still rice surplus region until now and had a high yield rice production average in Yogyakarta special Province, but if the government of Bantul regencies don’t planning break through for increasing the yield, estimation in 2008 Bantul should became imported rice.

Kata Kunci : budidaya tanaman padi, produksi padi, pengentasan kemiskinan, paddy farms, paddy production, poverty reduction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.