PENGARUH REALISASI PENYALURAN DANA DESA TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI INKLUSIF: STUDI KASUS KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA PERIODE 2015-2022
Tamara Andriani Mayasafitri, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D.
2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Pendekatan pembangunan saat ini dihadapkan pada tantangan untuk melakukan transformasi pola pertumbuhan ekonomi agar lebih berorientasi pada inklusivitas. Pertumbuhan ekonomi sering kali tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh lapisan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi inklusif bertujuan untuk menyediakan akses dan kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program dana desa terhadap capaian pembangunan ekonomi inklusif pada tingkat kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2015-2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas. Penelitian ini menggunakan data panel yang terdiri dari 434 kabupaten/kota dengan metode penelitian melalui fixed effect model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi penyaluran dana desa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap capaian pembangunan ekonomi inklusif. Analisis berdasarkan wilayah juga menghasilkan temuan serupa, di mana kontribusi penyaluran dana desa terhadap pembangunan ekonomi inklusif lebih besar di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dibandingkan Kawasan Timur Indonesia (KTI).
The current development approach faces the challenge of transforming economic growth patterns to prioritize inclusivity. Economic growth often fails to ensure equitable social welfare improvements across all levels of society. Inclusive economic growth aims to provide equal access and opportunities for all citizens, ensuring that the benefits of development are distributed fairly. This study aims to analyze the effectiveness of the village fund program in achieving inclusive economic growth at the regencies/municipalities level in Indonesia during the 2015–2022 period. The analysis is based on secondary data sourced from the Ministry of Finance, Central Bureau of Statistics, and the Ministry of National Development Planning. The study utilizes a panel data comprising 434 regencies/municipalities and applies the fixed effect model for analysis. The findings reveal that the disbursement of village funds has a positive and significant impact on inclusive economic growth. Regional analysis further reveals similar results, showing that the village fund contributes more significantly to inclusive economic growth in Western Indonesia Region (KBI) than in Eastern Indonesia Region (KTI).
Kata Kunci : Dana Desa, Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Desentralisasi Fiskal, Fixed Effect Model