Faktor Risiko Kelainan Jantung pada Bayi dari Ibu Diabetes Melitus
DEA SELLA SABRINA, Dr. dr. Ekawaty Lutfia Haksari, MPH, Sp.A(K); dr. Sumadiono, Sp.A(K)
2024 | Tesis | S2 Kedokteran Klinik
Latar belakang: Diabetes melitus, termasuk diabetes tipe 1, tipe 2, pregestasional dan gestasional adalah gangguan metabolik yang dapat mempengaruhi kehamilan. Hiperglikemia pada diabetes pregestasional maupun gestasional, terutama selama organogenesis, meningkatkan risiko kelainan kongenital seperti kelainan jantung bawaan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami kelainan jantung bawaan dan faktor risikonya pada bayi lahir dari ibu DM.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya kelainan jantung pada bayi yang lahir dari ibu diabetes melitus
Metode: Penelitian dilakukan pada salah satu rumah sakit tersier di Yogyakarta, menggunakan desain kohort retrospektif dengan consecutive sampling. Analisis bivariat dan multivariat dengan regresi logistik digunakan dalam data penelitian.
Hasil penelitian: Penelitian melibatkan 216 bayi lahir dari ibu diabetes melitus. Sebanyak 79 (37%) bayi lahir dengan kelainan jantung dengan kelainan duktus arteriosus patent yang terbanyak. Hasil analisis multivariat didapatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelainan jantung bayi adalah Ibu dengan DM tipe I (p=0,046), Ibu dengan DM tipe II (p=0,038), usia kehamilan kurang bulan (p=0,009) dan Ibu dengan kelainan jantung (p=0,031).
Kesimpulan: Diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, ibu dengan kelainan jantung dan usia kehamilan kurang bulan merupakan faktor risiko bayi dari ibu DM dengan kelainan jantung. Karakteristik bayi lahir dari ibu DM yaitu berat badan lahir cukup, kurang bulan, dengan jenis kelainan jantung terbanyak yaitu patent ductus arteriosus.
Background: Diabetes mellitus, including type 1 diabetes, type 2 diabetes, pregestational and gestational diabetes, is a metabolic disorder that can affect pregnancy. Hyperglycemia in both pregestational and gestational diabetes, particularly during organogenesis, increases the risk of congenital anomalies such as congenital heart defects. Further research is needed to understand congenital heart defects and their risk factors in infants born to mothers with diabetes mellitus.
Objective: To determine the risk factors for congenital heart defects in infants born to mothers with diabetes mellitus.
Methods: This study was conducted in a tertiary hospital in Yogyakarta using a retrospective cohort design with consecutive sampling. Bivariate and multivariate analyses were performed using logistic regression to analyze the data.
Results: The study involved 216 infants born to mothers with diabetes mellitus. Among them, 79 infants (37%) were born with congenital heart defects, with patent ductus arteriosus being the most common anomaly. Multivariate analysis identified the following significant risk factors for congenital heart defects: mothers with type 1 diabetes mellitus (p=0.046), mothers with type 2 diabetes mellitus (p=0.038), preterm gestational age (p=0.009), and mothers with cardiac disorders (p=0.031).
Conclusion: Type 1 diabetes mellitus, type 2 diabetes mellitus, maternal cardiac disorders, and preterm gestational age are risk factors for congenital heart defects in infants born to mothers with diabetes mellitus. The characteristics of infants born to mothers with diabetes mellitus include adequate birth weight, preterm delivery, with the most common congenital heart defect being patent ductus arteriosus.
Kata Kunci : kelainan jantung, DM, faktor risiko