Fungsi produksi dan efisiensi penggunaan faktor produksi usaha tani padi dan sayuran di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan
ONI, Dra. Christiana Suparmi, SU
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap tingkat produksi, efisiensi penggunaan faktor produksi dan tingkat keuntungan usahatani padi dan sayuran. Lokasi penelitian di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan dengan 34 responden yang diambil secara kuota sampling berdasarkan ciri responden yang menanam padi dan sayuran pada satu musim tanam, yang dilakukan dengan metode survey lapangan berupa wawancara dengan alat bantu kuesioner. Analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode OLS (Ordinary Least Square) dengan variabel dependen adalah tingkat produksi padi dan sayuran (Y). Variabel independen yang digunakan adalah jumlah bibit (X1), pupuk urea (X2), TSP (X3), KCL (X4), pestisida (X5), tenaga kerja (X6) yang digunakan petani padi dan sayuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi pada usahatani padi pada adalah pupuk urea (X2), pupuk KCL (X 4) dan tenaga kerja (X6) sedangkan pada usahatani sayuran jumlah bibit (X1) dan pestisida (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi. Penggunaan faktor produksi pupuk urea(X2) pupuk TSP (X3) pupuk KCL (X4) pada usaha tani padi belum efisien sedangkan faktor produksi jumlah bibit (X1) dan jumlah tenaga (X6) tidak efisien. Pada Usaha tani sayuran penggunaan faktor produksi jumlah bibit (X1) dan pestisida (X5) belum efisien sedangkan faktor produksi pupuk urea (X2), pupuk TSP (X3), pupuk KCL (X4) dan jumlah tenaga (X6) tidak efisien. Usaha tani sayuran mempunyai keuntungan lebih besar yaitu sebesar Rp1.964.652,- daripada usaha tani padi sebesar Rp1.526.515,- di lokasi penelitian.
This research examined the degree to which production factors effected the output, efficient production factors, and agribusiness profitbility of rice and vegetable. Subdistrict of Konda, Konawe South Regency, was the region observed with 34 quota sample based on rice and vegetable farming activities in one plantation season, questionaire helped in collecting field survey data Ordinary Least Square of double linear regression with output as dependent variable (Y); while seed (X1), urea fertilizer (X2), TSP (X3), KCL (X4), pesticide (X5), workforce (X6) as the independent one; was the method of analyses employed in this research. Results showed that urea and KCL was the significant production factor for rice, so did seed (X1) and pesticide (X5), for vegetable. Urea (X2), TSP (X3), and KCL (X4), for rice were not efficiently administered, similar findings ware clearly manifested in seed and workforce. All of those same production factors, when implemented in vegetable, were also found inefficient. Vegetable profitability was higher than that of rice, Rp1,964,652,- vs Rp1,526,515,- on the region observed.
Kata Kunci : Usahatani Padi dan Sayuran,Produksi dan Efisiensi