Pembentukan portofolio optimal badan pengelola keuangan haji (bpkh) dengan menggunakan klasifikasi risiko dan beta pada instrumen saham
Agung Asmaracitra Arianda, Leo Indra Wardhana, SE., MSi., Ph.D.,
2024 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk merancang portofolio investasi optimal bagi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui diversifikasi instrumen investasi syariah, guna mengatasi kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang tidak sejalan dengan penyesuaian signifikan pada setoran awal dan lunas (Bipih). Ketergantungan yang semakin besar pada nilai manfaat investasi menimbulkan tantangan keberlanjutan keuangan haji, karena dana yang digunakan untuk Jemaah saat ini berpotensi mengurangi cadangan bagi jemaah di masa depan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif, portofolio optimal ditentukan berdasarkan rasio Sharpe tertinggi, dengan pengujian kinerja dalam kondisi normal dan skenario krisis untuk mengevaluasi potensi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi alokasi aset yang mencakup saham beta tinggi dalam porsi terkendali dapat meningkatkan return portofolio. Meskipun saham beta tinggi memiliki risiko yang lebih besar, risiko keseluruhan dapat diminimalkan dengan mendominasi portofolio dengan aset yang lebih stabil, seperti sukuk dan deposito.Portofolio yang dihasilkan menunjukkan kinerja superior dibandingkan denganportofolio aktual BPKH dalam kondisi normal dan tetap stabil di tengah scenario ekstrem atau krisis. Temuan ini diharapkan menjadi panduan strategis bagi BPKH dalam pengambilan keputusan investasi untuk memastikan keberlanjutan keuangan haji dan memberikan manfaat optimal bagi jemaah haji.
This study aims to design an optimal investment portfolio for the Hajj Fund Management Agency (BPKH) through the diversification of Sharia-compliant investment instruments to address the rising Hajj pilgrimage costs (BPIH), which are not aligned with significant adjustments in initial and final deposits (Bipih). The increasing reliance on investment returns poses challenges to the financial sustainability of the Hajj fund, as the funds utilized for current pilgrims may reduce reserves for future pilgrims. Using a quantitative approach and descriptive method, the optimal portfolio is determined based on the highest Sharpe ratio, with performance testing conducted under normal conditions and crisis scenarios to evaluate potential risks. The findings indicate that an asset allocation strategy incorporating high-beta stocks in controlled proportions can enhance portfolio returns. Although high-beta stocks carry greater risk, the overall risk can be minimized by dominating the portfolio with more stable assets, such as sukuk and deposits. The portfolio demonstrates superior performance compared to BPKH's actual portfolio under normal conditions and remains stable in extreme or crisis scenarios. These findings are expected to serve as a strategic guide for BPKH in making investment decisions to ensure the financial sustainability of the Hajj fund and provide optimal benefits for pilgrims.
Kata Kunci : Optimal Portfolio, Asset Diversification, Sharia Investment, Sharpe Ratio, High-Beta Equities, Risk, Hajj Fund Management Agency (BPKH)