BIAYA TATA NIAGA DAGING SAPI POTONG DI WILAYAH KOTAMADYA YOGYAKARTA
ANDRI HANINDYO WIBOWO, Drh. Arinto, M.Sc.; Ir. Sudi Nurtini, S.U.
2000 | Skripsi | S1 PETERNAKANPenelitian mengenai biaya tataniaga daging sapi potong di wilayah kotamadya Yogyakarta ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2000 dengan menggunakan panduan kuisioner yang telah disiapkan sebelumnya kepada lembaga tataniaga yang terlibal. Pengambilan sampel meliputi produsen daging sapi yaitu 3 orang jagai dan 1 orang penjual karkas dan pedagang perantara yaitu 4 orang penjual daging dan 4 orang pengeeer daging. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mata rantai saluran pemasaran, biaya pemasaran, marjin pemasaran daging sapi potong di wilayah Kotamadya Yogyakarta Analisis untuk mata rantai saluran pemasaran dilakukan secara diskriptif, dan untuk mengetahui keefisienan sistem pemasaran dihitung biaya pemasaran, marjin, dan beef producer’s share. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 4 jalur pemasaran daging sapi potong (1) penjual karkas - konsumen, (2) penjual karkas - penjual daging - konsumen, (3) jagai - pengeeer - konsumen, dan (4) jagai - konsumen. Biaya pemasaran daging yang dikeluarkanjagai Rp.1.092,03/kg , penjual karkas mengeluarkan biaya pemasaran untuk penjualan karkas sebesar Rp. 136,99/kg karkas dan untuk penjualan daging Rp.1.005,03/kg. Biaya pemasaran penjual daging Rp. 780,20/kg, sedangkan untuk pengeeer Rp.94,16/kg alau Rp.927,49/kg apabila upah tenaga kerja diperhitungkan. Marjin pemasaran secara berurutan adalah (1) Rp.1.093,00/kg ,(2)Rp. 2.122,45 /kg ,dan (3) Rp.1.151,5/kg. Nilai beefproducer’s share penjual karkas senilai 95,86%.dan pada jagai adalah sebesar 95,83%. (Kata Kunci : Daging sapi potong, Biaya tataniaga, Marjin pemasaran ) m
This research was conducted to calculate cost of beef marketing in Yogyakarta district. Survey was started on January 2000 and ended on April 2000. Respondents of the study were beef producers such as one carcass seller, three butchers that registered in slaughter house, four meat wholesalers, and four meat retailers. The study was done to investigate the marketing channel, marketing cost, and marketing margin of beef in Yogyakarta District The analysis of marketing channel was done descriptively. Marketing cost, marketing margin, and beef producer’s share were calculated to study the efficiency of beef marketing. The result showed that there were four beef marketing channels (1) carcass seller - consumer (2) carcass seller - meat seller - consumer (3) butcher - retailer - consumer, and (4) butcher-consumer. The marketing cost of butcher, carcass seller, beef seller was Rp. 1.092,03/kg, Rp. 136,99 / kg, Rp. 1.005,03 /kg, respectively. The marketing cost of meat seller was Rp. 780,20 /kg and for meat retailer was Rp. 94,16/kg or Rp. 927,49/kg if the worker cost included. The marketing margin for each beef marketing channels were (1) Rp.1.093, 00/kg, (2) Rp. 2.140,43/kg, and Rp. 1.151,5/kg. The shares of the beef producer were 95,86%for carcass seller and 95,83%for butcher. (Key Word: Beef, Marketing Cost, Marketing Margin)
Kata Kunci : Daging sapi potong, Biaya tataniaga, Marjin pemasaran