Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang merah di Desa Srigading, Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, 2004

PURBA, Hardiansyah Destlich, Drs. A. Budi Purnomo Br., MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi dan tingkat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi usahatani bawang merah serta untuk mengetahui perbandingan tingkat pendapatan bersih yang diperoleh dari usahatani bawang merah dengan usahatani padi berdasarkan hasil panen satu kali musim tanam tahun 2003. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan survei lapangan dan komunikasi tanya jawab langsung melalui kuesioner dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) yaitu diambil sebanyak 40 sampel petani bawang merah yang juga berusahatani padi dari Kelompok Tani Sri Makmur di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda melalui pendekatan model fungsi produksi Cobb-Douglas dengan variabel dependen yaitu hasil produksi bawang merah (Y) dan variabel independen terdiri dari luas lahan (X1), jumlah tenaga kerja (X2), modal usaha (X3), dan pengalaman bertani (X4). Selanjutnya dilakukan analisis terhadap efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dengan rumus efisiensi ekonomis, analisis perhitungan rata-rata pendapatan bersih usahatani bawang merah dan uji beda 2 rata-rata pendapatan bersih usahatani bawang merah dan padi. Data yang diperoleh diolah melalui metode OLS (Ordinary Least Square), sehingga dari hasil analisis regresi diketahui koefisien regresi masing-masing faktor produksi yang berpengaruh dan sejauh mana faktor-faktor produksi tersebut mempengaruhi hasil produksi bawang merah. Hasil analisis regresi dengan α = 0,05 diperoleh R = 0,807, Adj.R2 = 0,611 F hitung = 16,331, F tabel = 2,61 dan t tabel = 2,021. Penggunaan faktor produksi luas lahan, jumlah tenaga kerja, modal usaha dan pengalaman bertani secara serentak berpengaruh nyata dan signifikan terhadap hasil produksi bawang merah, sedangkan secara individual hanya faktor produksi pengalaman bertani tidak berpengaruh nyata atau tidak signifikan. Penggunaan faktor-faktor produksi dalam usahatani bawang merah belum dan tidak efisien. Pendapatan bersih usahatani bawang merah sebesar Rp13.006.212,- sudah maksimal dan jauh lebih menguntungkan daripada usahatani padi yaitu hanya sebesar Rp1.929.164,-.

This research was intended to examine the influence of production factors and efficiency of these factors on shallot agrobusiness production and comparation of shallot agrobusiness net income and that of rice field based on one-time planting season crop in the year 2003. Data were gathered by field survey and questionnaire with purposive sampling method of 40 shallot farmers who also plant rice, which belong to Kelompok Tani Sri Makmur, Srigading Village, Sanden District, Bantul Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta Province. Cobb-Douglas production function approach of linear regression were the analyses tool with dependent variables of shallot production (Y), and independent variable of the area width (X1), employee (X2), capital (X3), and farming experience (X4). The efficiency of production factors with economic efficiency formula was then examined, as well as for average shallot agrobusiness net income and differences between the two average of shallot agrobusiness net income and that of rice field. Data were analysis by OLS (Ordinary Least Square) and found the regression coefficient of each production factor and the extent to which such factors influenced the shallot production. Regression by alpha 0.05 found R = 0.807, Adj R2 = 0.611, F count = 16.331, F table = 2.61, and t table = 2.021. Area width, employee, capital, and farming experience, all together have significant impact on shallot output; while in term of individual experience was the only factor whose impact on production output was insignificant. The uses of production factors were not efficient. Maximum net income was Rp13,006,212,- and more profitable than rice field with Rp1,929,164,- net income.

Kata Kunci : Usahatani Bawang Merah,Pendapatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.