Laporkan Masalah

Luaran satu tahun pasca transplantasi ginjal pada pasien penyakit ginjal kronik stadium ahir

Salsa Pravita Ekaputri, Dr. dr. Nurnaningsih, Sp. A (K); dr. Retno Palupi, B.Med.Sc, M.Epid, M.Sc, Sp.A (K)

2024 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kesehatan anak

Latar Belakang
Penerima transplantasi ginjal pada anak-anak berbeda dengan penerima pada orang dewasa, berdasarkan kebutuhan fungsi graft, potensi dampak CKD terhadap neurodevelopment, dan sistem kekebalan tubuh yang berkembang seiring bertambahnya usia. Tujuan transplantasi ginjal pada anak adalah untuk memberikan durasi dan kualitas hidup yang mirip dengan teman sebaya yang sehat. Harapan untuk setiap transplantasi pada anak adalah agar transplantasi tersebut dapat bertahan seumur hidup. Namun, sebagian besar pasien pediatrik akan memerlukan lebih dari satu proses transplantasi. Secara umum, perkiraan umur setengah transplantasi ginjal pada anak adalah 12-15 tahun, yang menjadi alasan mengapa anak dengan CKD sering memerlukan lebih dari satu transplantasi ginjal selama hidup mereka.

Tujuan
Untuk mengamati, memantau, dan memberikan intervensi komprehensif jangka panjang kepada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5 pasca transplantasi dan untuk mencegah komplikasi lainnya, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Metode
Kami mengamati seorang pasien dengan Penyakit Ginjal Polikistik Autosomal Dominan (ADPKD), penyakit ginjal kronis stadium 5 pasca transplantasi selama 12 bulan dari April 2023 hingga April 2024 di Yogyakarta.

Hasil
Pengamatan dilakukan terhadap seorang gadis berusia 17 tahun yang didiagnosis dengan Penyakit Ginjal Polikistik Autosomal Dominan (ADPKD), penyakit ginjal kronis stadium 5 pasca transplantasi, yang mengalami kekurangan berat badan, wasting, stunting, dan hiperkolesterolemia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada infeksi virus aktif atau infeksi saluran kemih, dengan efek samping obat berupa psoriasis dan acne vulgaris. Pasien menunjukkan stunting dan malnutrisi, penurunan kualitas hidup—terutama pada aspek emosional dan fisik—tidak ada gejala penolakan, dan tidak ada progresi penyakit utama. Faktor prediktor yang dapat dimodifikasi untuk pasien meliputi kepatuhan terhadap pengobatan, pendidikan gizi, dan dukungan psikologis serta kesehatan. Hasil yang belum tercapai dalam pengamatan ini adalah skrining untuk osteopenia melalui densitometri karena kendala finansial dan perbedaan pedoman manajemen dalam Divisi Ilmu Penyakit Dalam.

Kesimpulan
Kasus ini menarik untuk diteliti dan dijadikan referensi karena kasus transplantasi dari anak ke dewasa memiliki risiko kegagalan graft yang lebih tinggi pada interval setelah pindah ke perawatan dewasa dibandingkan sebelum pindah. Manajemen holistik dan intervensi diperlukan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas, dengan harapan dapat mencapai hasil yang baik bagi pasien.

Background The recipients of kidney transplants in children differ from adult recipients based on the needs of graft function, the potential effects of CKD on neurodevelopment, and the immune system that develops with age. The goal of kidney transplantation in children is to provide a duration and quality of life similar to that of their healthy peers. The hope for every transplant in a child is that it will last a lifetime. However, most pediatric patients will require more than one transplant process. Generally, the estimated half-life of kidney transplants in children is 12-15 years, which is why children with CKD often need more than one kidney transplant over their lifetime.
Objective To observe, monitor, and provide long-term comprehensive intervention to a patient with chronic kidney disease stage 5 post-transplantation and to prevent other complications, thus improving the patient’s quality of life.
Methods We observed a patient with Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADPKD), chronic kidney disease stage 5 post-transplantation for 12 months from April 2023 to April 2024 in Yogyakarta.
Results Observations were made on a 17-year-old girl diagnosed with Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease (ADPKD), chronic kidney disease stage 5 post- transplantation, who is severely underweight, wasted, stunted, and has hypercholesterolemia. The outcomes of this study indicate that there were no active viral infections or urinary tract infections, with drug side effects including psoriasis and acne vulgaris. The patient presented with short stature and malnutrition, a decline in quality of life—particularly in emotional and physical aspects—absence of rejection symptoms, and no progression of the primary disease. Modifiable predictor factors for the patient include medication adherence, nutritional education, and psychological and health support. The outcomes that have not yet been achieved in this observation include screening for osteopenia through densitometry due to financial constraints and differences in management guidelines within the Division of Internal Medicine. Conclusion This case is interesting to examine and serve as a reference because pediatric-to-adult transplantation cases have a higher risk of graft failure in the interval after transferring to adult care compared to before the transfer. Holistic management and interventions are necessary to prevent morbidity and mortality, with the hope of achieving good outcomes for the patient. 

Kata Kunci : Autosomal Dominant Polycystic Kidney Disease, chronic kidney disease, transplant kidney

  1. SPESIALIS-2024-492160-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2024-492160-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2024-492160-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2024-492160-title.pdf