Hubungan belanja Pemerintah dan jumlah tenaga kerja terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kota Banda Aceh periode tahun 1990-2003
AZWARI, Prof.Dr. Arief Ramelan Karseno, MA
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan alokasi belanja, jumlah tenaga kerja dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara belanja pemerintah dan jumlah tenaga kerja dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder runtun waktu (time series) berupa data pendapatan daerah, belanja rutin dan belanja pembangunan, tenaga kerja, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Banda Aceh tahun 1990 – 2003. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kota Banda Aceh dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Biro Keuangan Setda Kota Banda Aceh dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Bappeda Kota Banda Aceh dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh dan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pertumbuhan, dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis korelasi belanja pemerintah mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai total PDRB Kota Banda Aceh. Demikian pula halnya dengan jumlah angkatan kerja juga mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai total PDRB Kota Banda Aceh. Ini berarti bahwa dengan peningkatan belanja pemerintah daerah dan jumlah angkatan kerja ternyata membawa perbaikan pada peningkatan produksi daerah Kota Banda Aceh. Apabila dilihat pada masing-masing sektor, maka tenaga kerja sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor bank dan lembaga keuangan lainnya menunjukkan hubungan yang signifikan dengan belanja rutin, sedangkan tenaga kerja sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor bank dan lembaga keuangan lainnya, dan sektor jasa-jasa menunjukkan hubungan yang signifikan dengan belanja pembangunan. Hampir semua sektor tenaga kerja, kecuali tenaga kerja sektor pertanian yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
This research attempts to evaluate the development of expenditure allocation, number of labor, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Banda Aceh City. This research also attempts to analyze the relationship between government expenditure and number of labor to the Gross Regional Domestic Product of Banda Aceh City. The data used in this research is time-series secondary data including local income, routine expenditure and development expenditure, the number of labor, and Gross Regional Domestic Product of Banda Aceh City in the period of 1990- 2003. These data are obtained from the Statistic Center Bureau of Banda Aceh City and Nanggroe Aceh Darussalam Province, Financial Section of Local Secretariat of Banda Aceh City and Nanggroe Aceh Darussalam Province, Local Development Planning Bureau of Banda Aceh City and Nanggroe Aceh Darussalam Province and the Labor Bureau of Banda Aceh City and Nanggroe Aceh Darussalam Province. The analysis method applied in this research are growth analysis and correlation analysis. The results of research shows that based on the correlation analysis, the government expenditure has positive and significant relationship to the total GRDP of Banda Aceh City. The number of labor also has positive and significant relationship to the total GRDP of Banda Aceh City. It means that the increase in local government expenditure and the number of labor tends to increase the local production of Banda Aceh City. In case of each sectors, the number of labor in processing industry sector, transportation and communication sector, and bank and other financial institutions sector, and services sector show a significant relationship to development expenditure. Almost all sectors of labor, but the number of labor in agriculture sector has significant relationship to the Gross Regional Domestic Product (GRDP).
Kata Kunci : PDRB,Belanja Pemerintah dan Jumlah Tenaga Kerja