Laporkan Masalah

Health Crisis Risk Monitoring Information System (HaRMoniS) Suatu Sistem Informasi Monitoring Upaya Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan Di Kabupaten Tasikmalaya

Arief Tarmansyah Iman, Prof. dr. Hari Kusnanto, SU, Dr.PH ; Ariani Arista Putri Pertiwi, S.Kep., Ns., MAN., DNP

2024 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar belakang : Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia termasuk Kabupaten Tasikmalaya di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut perlu dikembangkan suatu sistem informasi yang mendukung  dinas kesehatan dan puskesmas sebagai bagian dari kluster kesehatan untuk memantau kesiapsiagaan, melakukan mitigasi  dan meningkatkan kapasitasnya di fase pra bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model sistem informasi monitoring upaya pengurangan risiko krisis kesehatan bagi pengguna utama puskesmas dan dinas kesehatan.

Metode: Rancangan penelitian yang adalah action research. Pendekatan kualitatif untuk tahapan identifikasi dan analisis situasi, pendekatan kuantitatif untuk evaluasi sistem dan pendekatan penelitian dan pengembangan menggunakan metode FAST pada tahapan perencanaan dan implementasi. Partisipan adalah stakeholder sebanyak 19 orang serta 39 petugas puskesmas dan dinas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan FGD serta kuesioner untuk evaluasi. Analisis data kualitatif menggunakan analisis konten dan analisis deskriptif untuk data kuantitatif.

Hasil: Permasalahan yang ditemukan: sumber daya manusia, anggaran, sarana prasarana dan kebijakan prosedur. Kebutuhan pengguna meliputi adanya fungsi pemantauan kejadian kebencanaan dan mitigasi, penyajian informasi berupa pemetaan dan grafik serta  fitur yang telah terintegrasi dengan BMKG untuk peringatan dini dan aksesibilitas dari sistem berupa multi pengguna dan dapat diakses di mana saja dan di berbagai platform. Berdasarkan hal tersebut dikembangkan sistem informasi bernama Harmonis yang memiliki fitur-fitur dan fungsi sesuai harapan dan kebutuhan pengguna dengan sistem berbasis web yang telah melewati serangkaian pengujian dan telah diimplementasikan di dinas kesehatan dan 40 puskesmas. Hasil pengujian usability PSSUQ pasca implementasi didapatkan hasil sangat baik pada 4 aspek.

Kesimpulan: Harmonis telah membantu meningkatkan kesiapan wilayah akan terjadinya krisis melalui monitoring bahaya, kerentanan dan cakupan kapasitas di wilayah kabupaten maupun puskesmas serta menghasilkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Untuk kesinambungan implementasi sistem, perlu dukungan berupa kebijakan dari pimpinan dinas kesehatan dan puskesmas terkait penggunaan sistem Harmonis dalam program penanggulangan krisis kesehatan.

Background: Indonesia is one of the countries with the highest disaster risk, including Tasikmalaya Regency in West Java province. It is necessary to develop an information system that supports the health office and health centers as part of the health cluster to monitor preparedness, mitigate and increase their capacity in the pre-disaster phase. Study aim to develop a monitoring information system model for health risk reduction efforts in Puskesmas dan Health District Office.

Method: The research design is action research. A qualitative approach to the identification and analysis of the situation, as well as a quantitative to evaluation the system and research and development using the FAST method at the planning and implementation stages. Participants were 19 stakeholders and 39 health center and health office officers. Data collection through in-depth interviews, FGDs and questionnaires for evaluation. Qualitative data analysis uses content analysis and descriptive analysis for quantitative data.

Result: The problems found were human resources, budget, infrastructure, and procedural policies. User needs include the existence of disaster event monitoring and mitigation functions, the presentation of information and features that integrated with BMKG for early warning and accessibility of multi-users and can be accessed anywhere and on various platforms. Harmonis as an information System was developed which has features and functions according to user needs with a web-based system that has passed a series of tests and has been implemented in health offices and 40 primary health centers. The results of PSSUQ usability test obtained very good results in 4 aspects.

Conclusion: Harmonis has helped improve regional readiness for crises by monitoring hazards, vulnerabilities and capacity coverage in both district and health centers. For the sustainability of system, support is needed from leader policies of the health office and health centers related to the use of the Harmonis system.


Kata Kunci : Risiko Krisis Kesehatan, Pra Bencana, Sistem Informasi, Monitoring

  1. S3-2024-484529-abstract.pdf  
  2. S3-2024-484529-bibliography.pdf  
  3. S3-2024-484529-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2024-484529-title.pdf