Risiko Produksi dan Keberlanjutan Usaha Tani Padi di Kabupaten Kulon Progo
Muhammad Adibuddin, Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.
2024 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi risiko produksi dan keberlanjutan usaha tani padi di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan data cross-sectional yang dikumpulkan melalui observasi dan survei dengan menggunakan kuesioner terbuka. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini propotional stratified random sampling. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 105 responden yang dibagi menjadi 55 responden Kapanewon Panjatan dan 50 responden Kapanewon Sentolo. Metode analisis data yang digunakan analisis regresi berganda fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis risiko produksi menggunakan model Just dan pope, Rapfarm dan Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh dalam meningkatkan produksi padi pada musim tanam pertama di antaranya luas lahan dan pupuk. Faktor produksi yang berpengaruh dalam meningkatkan produksi padi pada musim tanam kedua diantaranya luas lahan, pupuk, benih dan penggunaan combine harvester. Faktor yang menurunkan produksi padi pada musim tanam pertama yaitu tenaga kerja. Faktor yang berpengaruh dalam menurunkan risiko usaha tani padi pada musim tanam pertama yaitu pupuk dan pestisida. Faktor yang meningkatkan risiko produksi usaha tani padi pada musim tanam pertama yaitu penggunaan combine harvester. Faktor yang berpengaruh dalam menurunkan risiko usaha tani padi pada musim tanam kedua di Kabupaten Kulon Progo yaitu tenaga kerja dan penggunaan combine harvester. Indeks Keberlanjutan usaha tani padi di Kabupaten Kulon Progo sebesar 65,11% (cukup berkelanjutan). Luas lahan, pendidikan dan pengalaman bertani berpengaruh dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani padi di Kabupaten Kulon Progo.
This study aims to analyze the factors that influence production risk and sustainability of rice farming in Kulon Progo Regency. This study used cross-sectional data collected through observation and survey using an open-ended questionnaire. The sampling method in this study was proportional stratified random sampling. The number of respondents used was 105 respondents divided into 55 Panjatan Sub-district respondents and 50 Sentolo Sub-district respondents. The data analysis method used is multiple regression analysis of Cobb-Douglas production function, production risk analysis using Just and Pope, Rapfarm and Ordinary Least Square (OLS) models. Based on the results of the analysis, it shows that production factors that are influential in increasing rice production in the first planting season include land area and fertilizer. Production factors that are influential in increasing rice production in the second growing season include land area, fertilizer, seeds and the use of combine harvester. Factors that reduce rice production in the first growing season are labor. Factors that influence in reducing the risk of rice farming in the first growing season are fertilizers and pesticides. Factors that increase the production risk of rice farming in the first growing season are the use of combine harvester. Factors that influence in reducing the risk of rice farming in the second planting season in Kulon Progo Regency are labor and the use of combine harvester. The Sustainability Index of rice farming in Kulon Progo Regency was 65.11% (quite sustainable). Land area, education and farming experience are influential in increasing the sustainability of rice farming in Kulon Progo Regency.
Kata Kunci : produksi, risiko produksi, Keberlanjutan