Laporkan Masalah

Peran Stakeholder Dalam Implementasi Program Lumbung Mataraman Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Kabupaten Bantul

Esy Rehmalemta Br Pelawi, Dr. agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih

2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Pangan berhubungan dengan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup dalam rangka menjamin eksistensinya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan 3 (tiga) pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan, dan pemanfaatan pangan.  Alih fungsi lahan pertanian merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi indeks  ketahanan pangan wilayah. Alih fungsi lahan pertanian di Bantul memiliki laju yang cukup tinggi sekitar 50ha/tahunnya guna pembangunan pemukiman, pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi lainnya sehingga Indeks Ketahanan Pangan Bantul memiliki angka terendah dibandingkan Kabupaten lain di wilayah DIY. Pemerintah DIY melakukan program pemanfaatan pekarangan, dengan konsep pertanian  berkelanjutan yaitu Program Lumbung Mataraman. Pemberdayaan KWT melalui program Lumbung Mataraman bertujuan untuk terciptanya ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis peran stakeholder pada implementasi Program Lumbung Mataraman dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Bantul, menganalisis dinamika stakeholder pada implementasi Program Lumbung Mataraman dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Bantul dan Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat apa saja yang terjadi dalam pelaksanaan Program Lumbung Mataraman di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif informan ditentukan secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan peran stakeholder yang terlibat berasal dari instansi pemerintahan, dinas pertanian, instasi pendidikan, media dan masyarakat. Peran Stakeholder menjadi tiga decision-maker, advisor dan supporter. Partisipasi stakeholder dilihat dari tahap implementasi program mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan program. Dinamika terjadi antara stakeholder primer,  stakeholder sekunder dan/atau keduanya pada tahap implementasi program yang memperlihatkan partisipasi dan interaksi stakeholder. Fator pendukung dan penghambat tercapainya tujuan program dilihat dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

 


 

Food is related to the basic human need for survival in order to ensure its existence. The World Health Organization (WHO) revealed 3 (three) pillars of food security, namely food availability, food accessibility, and food utilization.  The conversion of agricultural land is one of the factors that affect the regional food security index. The conversion of agricultural land in Bantul has a fairly high rate of around 50 ha/year for residential development, infrastructure development and other economic development so that the Bantul Food Security Index has the lowest number compared to other districts in the DIY region. The Yogyakarta government conducts a yard utilization program, with the concept of sustainable agriculture, namely the Mataraman Barn Program. FWG empowerment through the Mataraman Barn program aims to create family food security in Bantul Regency. This study aims to analyze the role of stakeholders in the implementation of the Mataraman Barn Program in Improving Food Security in Bantul Regency, analyze the dynamics of stakeholders in the implementation of the Mataraman Barn Program in increasing food security in Bantul Regency and identify what supporting and inhibiting factors occur in the implementation of the Mataraman Barn Program in Bantul Regency. This study uses a constructivism paradigm with a qualitative approach in which informants are determined purposively. The results of the study show that the role  of stakeholders involved comes from government agencies, agricultural offices, educational institutions, media and the community. The role of Stakeholders is divided into three decision-makers, advisors and supporters. Stakeholder participation  is seen from the program implementation stage starting from planning, organizing, implementing and supervising the program. Dynamics occur between  primary stakeholders,  secondary stakeholders and/or both at the program implementation stage which shows stakeholder participation and interaction. The fator that supports and hinders the achievement of program goals is seen from social, economic and environmental aspects.

 


Kata Kunci : Stakeholder, Kelompok Wanita Tani, Dinamika, Ketahanan Pangan, Pemanfaatan Pekarangan

  1. S2-2024-490310-abstract.pdf  
  2. S2-2024-490310-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-490310-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-490310-title.pdf