Pengembangan Rumah Set Film Pengabdi Setan Sebagai Daya Tarik Film-Induced Tourism
LIEM, CHRISTINA PUSPITASARI, Dr. Wiwik Sushartami, M.A.
2024 | Skripsi | PARIWISATA
Industri
pariwisata berkembang pesat dengan memanfaatkan film sebagai alat promosi
melalui Film-induced Tourism yang menarik wisatawan datang ke lokasi
syuting. Di Indonesia, film horor seperti Pengabdi Setan berhasil
memadukan unsur budaya lokal dan pariwisata, mendorong minat wisatawan untuk
mengunjungi lokasinya di Pangalengan, Jawa Barat. Fenomena ini menunjukan
bagaimana film dapat menjadi strategi efektif dalam pemasaran atraksi wisata.
Berdasarkan dari permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami
bagaimana film Pengabdi Setan memicu terbentuknya atraksi wisata baru.
Tahapan dari penelitian ini berupa, analisis faktor pendorong pengelola dalam
mengubah set film menjadi sebuah daya tarik suatu destinasi wisata di
Pangalengan, Jawa Barat yang dikelola secara sederhana oleh karyawan PTPN
dengan cara memaksimalkan manfaat Film-induced Tourism dalam
mengembangkan atraksi wisata di Indonesia. Hasil dari penelitian ini berupa
penjelasan mengenai faktor penting yang mendukung dalam mengelola suatu
destinasi wisata di rumah pengabdi setan. Faktor-faktor tersebut meliputi dari
lingkungan alam yang mendukung, SDM yang berperan penting, serta penggunaan sistem
dan teknologi digital membantu pengelolaan atraksi ini, meskipun terdapat
hambatan dalam hal dana, perawatan properti, dan perizinan lahan. Pengelola
telah berinovasi dengan meningkatkan fasilitas dan sistem operasional, namun
perlu adanya dukungan lebih lanjut dari investor dan pemerintah untuk
keberlanjutan atraksi ini.
The
tourism industry is growing rapidly by utilizing film as a promotional tool
through Film-induced Tourism, which attracts tourists to filming
locations. In Indonesia, horror films such as Pengabdi Setan have
successfully combined elements of local culture and tourism, encouraging
tourists to visit its location in Pangalengan, West Java. This phenomenon shows
how movies can be an effective strategy in marketing tourist attractions. Based
on this problem, this research aims to understand how the movie Pengabdi
Setan triggers the formation of new tourist attractions. The stages of this
research are in the form of analyzing the driving factors of the manager in
turning the film set into an attraction of a tourist destination in
Pangalengan, West Java which is managed simply by PTPN employees by maximizing
the benefits of Film-induced Tourism in developing tourist attractions
in Indonesia. The results of this study are in the form of an explanation of
the important factors that support managing a tourist destination in the
devil's servant house. These factors include a supportive natural environment,
human resources that play an important role, and the use of digital systems and
technology to help manage this attraction, although there are obstacles in
terms of funds, property maintenance, and land licensing. Managers have
innovated by improving facilities and operational systems, but there needs to
be further support from investors and the government for the sustainability of
this attraction.
Kata Kunci : Film-induced Tourism, Rumah Pengabdi Setan, pengembangan atraksi wisata