Laporkan Masalah

Pengaruh indikator ekonomi regional terhadap jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Provinsi Jawa Timur :: Studi kasus Tahun 1985-2002

KOESWORO, Dani, Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penilaian properti adalah penerapan dari analisis ekonomi. Prinsip-prinsip dasar ekonomi penting untuk memahami penilaian properti, termasuk pemahaman pada perkembangan pasar properti. Banyak aspek digunakan untuk menjelaskan perkembangan pasar properti. Penelitian ini menguji dampak indikator ekonomi regional seperti tingkat suku bunga, luas lahan sawah, index harga perumahan, PDRB per kapita, proporsi sektor konstruksi pada PDRB, dan jumlah penduduk, terhadap jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Jawa Timur. Penelitian ini mengambil data selama 15 tahun mulai tahun 1985 sampai 2002. Sunber data adalah Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Data jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun diambil dari Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, tingkat suku bunga dari Bank Indonesia, dan data lainnya dari Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa : 1) nilai estimasi F adalah signifikan, yang berarti hipotesis nol yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga pinjaman investasi dan pertumbuhan luas lahan sawah tidak mempunyai pengaruh pada pertumbuhan jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Provinsi Jawa Timur ditolak; 2) nilai R2 adalah 1,426278. Ini berarti 42,63% variasi pertumbuhan jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Provinsi Jawa Timur dijelaskan oleh variabel tingkat suku bunga pinjaman investasi dan pertumbuhan luas lahan sawah; 3) variabel tingkat suku bunga pinjaman investasi mempunyai pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Provinsi Jawa Timur dan pertumbuhan luas lahan sawah mempunyai pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan jumlah rumah menengah ke atas yang dibangun pengembang di Provinsi Jawa Timur.

Real Property appraisal is applied economic analysis. Basic economic principles are as important to understanding property appraisal, including understanding to the growth of property market. Many aspect used to explain the growth of property market. This research examines the impact of the regional economy indicators including rate of interest, wet land supply, housing price index, gross regional domestic product per capita, proportion of construction sector to gross regional domestic product and population, on number of middle to luxurious real estate residential in East Java. The research took 15 years from 1985 until 2002. The secondary data resources is East Java Indonesian Real Estate, Indonesian Bank and Statistical Office. The data of middle to luxurious real estate residential in East Java are collected from East Java Indonesian Real Estate, rate of interest from Indonesian Bank and the others from Statistical Office. This research use Multiple Linear Regression Analysis with Ordinary Least Squares (OLS) Method. The empirical result show that : 1) the estimated F value is significant, that we can reject the null hypothesis that lending rate of investation and wet land growth do not have any impact on number of middle to luxurious real estate residential in East Java; 2) the R2 value of 0,426278. That means 42,63% variation of growth of number of middle to luxurious real estate residential that developed by developer in East Java is explained by lending rate of investation and wet land growth; 3) Lending rate of investation has a significant negative effect on the growth of number of middle to luxurious real estate residential and wet land growth has a significant positive effect on the growth of number of middle to luxurious real estate residential in East Java.

Kata Kunci : Ekonomi Regional,Pembangunan Rumah Menengah ke Atas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.