Laporkan Masalah

Reduction of Rhizoctonia solani Kühn Infection on Mung bean (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) by Non-pathogenic Fungi Binucleate Rhizoctonia

Galuh Kirana Mahadewi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D.

2024 | Skripsi | BIOLOGI

Kacang hijau (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang banyak ditemukan di Indonesia dan termasuk dalam famili Fabaceae. Kacang hijau mengandung 62,5% karbohidrat dan di Indonesia sendiri, produksi kacang hijau masih belum stabil. Pada tahun 2006 hingga 2016, produktivitas kacang hijau menurun karena banyak kacang hijau yang terserang penyakit jamur yang salah satunya adalah infeksi akar yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani sehingga berdampak pada penurunan hasil panen baik secara kualitas maupun kuantitas. Terdapat salah satu agen pengendali hayati yang dapat digunakan untuk mencegah infeksi tersebut, yaitu binukleat Rhizoctonia (BNR). BNR dilaporkan efektif dalam mengendalikan laju pertumbuhan jamur patogen seperti Rhizoctonia solani dan Fusarium spp. pada mentimun, oleh karena itu penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari R. solani dan BNR, membuktikan bahwa R. solani adalah pathogen yang dapat menyebebkan busuk akar pada tanaman kacang hijau, mengetahui bagaimana pengaruh BNR menekan pertumbuhan R. solani secara in vitro, dan mengevaluasi pengaruh BNR pada tanaman kacang hijau dalam mengurangi busuk akar yang disebabkan oleh R. solani. Dalam penelitian ini, R. solani yang didapatkan dikarakterisasi kembali kemudian dilakukan uji patogenisitas. Selain itu juga dilakukan isolasi dan karakterisasi BNR yang didapat dari akar anggrek Dendrobium lineale, dilakukan juga uji in vitro terhadap isolat BNR dan R. solani, dan dilakukan uji in vivo menggunakan tanaman kacang hijau yang diinokulasikan R. solani dan BNR lalu diamati tingkat intensitas penyakit tanaman kacang hijau, jumlah daun sehat, berat segar dan kering akar dan pucuknya. BNR yang ditemukan pada penelitian ini adalah Ceratorhiza sp. yang mampu menghambat pertumbuhan R. solani pada percobaan in vitro sebesar 53,92% serta terjadi mekanisme pelilitan apabila diamati dibawah mikroskop. Selanjutnya, inokulasi Ceratorhiza sp. pada tanaman kacang hijau juga memberikan hasil yang baik terhadap pertumbuhan kacang hijau, seperti memiliki jumlah daun sehat, tinggi tanaman, serta berat segar dan kering akar dan tajuk yaitu: 27,60 ± 4,92 daun, tinggi 34,70 ± 4,00 cm, berat segar akar 0,66 ± 0,25 g dan berat kering akar 0,08 ± 0,00 g, serta berat segar tajuk 2,19 ± 0,33 g dan berat kering pucuk 0,38 ± 0,22 g. 

Mung bean (Vigna radiata (L.) R. Wilczek) is one of the legumes that are widely found in Indonesia and are included in the Fabaceae family. Mung bean contain 62.5?rbohydrates and in Indonesia itself, mung bean production is still unstable. From 2006 to 2016, mung bean productivity decreased because many mung beans were attacked by fungal diseases, one of which was root infection that caused by Rhizoctonia solani, which resulted in a decrease in harvest yields both in quality and quantity. One of the biological control agents that can be used to prevent this infection is binucleate Rhizoctonia (BNR). BNR is reported to be effective in controlling the growth rate of pathogenic fungi such as Rhizoctonia solani and Fusarium spp. on cucumbers, therefore this study are aimed to determine the characteristics of R. solani and BNR, to prove that R. solani is a pathogen that can cause root rot in mung bean plants, to determine how BNR suppresses the growth of R. solani in vitro, and to evaluate the effect of BNR on mung bean plants in reducing root rot caused by R. solani. In this study, the R. solani obtained was characterized and a pathogenicity test was carried out. Furthermore, isolation and characterization of BNR that obtained from the roots of the Dendrobium lineale orchid were also carried out, in vitro tests were also carried out on BNR and R. solani isolates using dual culture method, and in vivo tests were also carried out using mung bean plants that inoculated with R. solani and BNR. After that, the Diseases Severity Index (DSI) of mung bean plant was observed, the number of healthy leaves was observed, fresh and dry weight of the roots and shoots was also measured. The BNR found in this research was Ceratorhiza sp. which could inhibit the growth of R. solani in in vitro experiments by 53.92% and there was a coiled mechanism that occurs when observed under a microscope. Furthermore, inoculation of Ceratorhiza sp. on mung bean plant also gives a good result for the growth of mung beans, such as having many healthy leaves, a good enough plant height, and fresh and dry weight of roots and shoots, namely: 27.60 ± 4.92 leaves, height 34.70 ± 4.00 cm, fresh root weight 0.66 ± 0.25 g and dry root weight 0.08 ± 0.00 g, and fresh shoot weight 2.19 ± 0.33 g and dry shoot weight 0.38 ± 0.22 g. 

Kata Kunci : Binucleate Rhizoctonia (BNR), Ceratorhiza sp., Mung bean, Rhizoctonia solani growth

  1. S1-2024-454386-abstract.pdf  
  2. S1-2024-454386-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-454386-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-454386-title.pdf