Pengaruh Limbah Kulit Jeruk terhadap Laju Pertumbuhan, Produktivitas Lipid, dan Karakterisasi Asam Lemak pada Euglena sp.
Yessy Ratna Siwie, Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
2024 | Tesis | S2 Biologi
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menetapkan target untuk memastikan akses universal terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern pada tahun 2030. Dalam konteks ini, biodiesel muncul sebagai alternatif yang menjanjikan. Pemanfaatan Euglena sp. sebagai bahan baku biodiesel menjadi pilihan alternatif karena kandungan lipid mikroalga yang tinggi dan memiliki karakteristik mirip dengan minyak nabati. Limbah kulit jeruk dapat digunakan sebagai sumber gula sederhana, ion-ion, asam organik, nitrat, dan fosfat untuk pertumbuhan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan medium kulit jeruk atau Orange Peel Medium (OPM) dengan konsentrasi 0%, 15 %, 25?n 35 % terhadap laju pertumbuhan, produktivitas metabolit khusunya lipid dan karakterisasi asam lemak pada Euglena sp. Hasil data penelitian menunjukan bahwa perlakuan dengan kultivasi sel pada medium OPM 25% menunjukan hasil terbaik dengan menghasilkan densitas sel 449,96 ± 0,02d sel/mL x 10^6, laju pertumbuhan spesifik 0.415c ± 0.07 µ/hari, 0.486 ± 0,008 g/L, lipid 0.247c ± 0,021 g/L dan untuk karbohidrat hasil terbaik diperolah pada konsentrasi 35?ngan nilai 0.688 ± 0.019 g/L . Perlakuan dengan medium OPM 25% menghasilkan 24 variasi asam lemak pada Euglena sp. Kandungan asam lemak tertinggi pada perlakuan terbaik adalah Methyl Palmitate dengan 18,15%. Berdasarkan uji one-way ANOVA, variasi budidaya menggunakan OPM berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kadar lipid Euglena sp. Penelitian ini menunjukkan kultivasi menggunakan OPM 25% optimal untuk digunakan dalam kultivasi guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi lipid Euglena sp.
The Sustainable Development Goals (SDGs) set a target to ensure universal access to affordable, reliable, sustainable, and modern energy by 2030. In this context, biodiesel emerges as a promising alternative. The use of Euglena sp. as a biodiesel feedstock is an alternative choice due to its high lipid content and characteristics similar to vegetable oils. Orange peel waste can be utilized as a source of simple sugars, ions, organic acids, nitrates, and phosphates for microalga growth. This study aims to investigate the effect of adding orange peel medium (OPM) at concentrations of 0%, 15%, 25%, and 35% on growth rate, metabolite productivity, particularly lipids, and fatty acid characterization in Euglena sp. The research data shows that cultivation with 25% OPM medium resulted in the best outcomes, yielding a cell density of 449.96 ± 0.02d cells/mL x 10^6, a specific growth rate of 0.415c ± 0.07 µ/day, 0.486 ± 0.008 g/L, lipid content of 0.247c ± 0.021 g/L, and the best carbohydrate content at a 35% concentration, with a value of 0.688 ± 0.019 g/L. Cultivation with 25% OPM medium resulted in 24 fatty acid variations in Euglena sp. The highest fatty acid content in the best treatment was Methyl Palmitate at 18.15%. Based on one-way ANOVA testing, variations in cultivation using OPM significantly affected the growth and lipid content of Euglena sp. This study shows that cultivation using 25% OPM is optimal for enhancing the growth and lipid production of Euglena sp.
Kata Kunci : orange peel medium, kulit jeruk, karakterisasi, FAME, Euglena sp.