Manajemen Komunikasi Bencana Galodo Sumatera Barat 2024 (Studi Kasus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat)
Difla Firdaus, Dr, Widodo Agus Setianto, M.Si
2024 | Tesis | S2 Ilmu KomunikasiSumatera Barat merupakan salah satu Provinsi yang mendapat julukan sebagai daerah etalase bencana, dimana hampir semua bencana aam pernah terjadi di wilayah ini. Salah satu bencana yang baru saja terjadi di Sumatera Barat adalah bencana erupsi Gunung Marapi disusul dengan banjir lahar dingin (Galodo) yang mana menyebabkan dampak negatif yaitu korban jiwa manusia, kerusakkan infrastruktur dan lahan, kerugian materi serta kondisi dimana terjadi ketidakpastian informasi yang menuntut masyarakat untuk siap siaga dan bersikap tangguh bencana dengan tujuan meminimalisir resiko bencana. Pada penanggulangan bencana Galodo Sumatera Barat 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berfungsi dalam mengkoordinasikan kegiatan mitigasi bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan rehabilitasi pasca bencana agar berjalan dengan baik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana manajemen komunikasi pada penanggulangan bencana banjir lahar dingin (Galodo) Sumatera Barat 2024 oleh BPBD Provinsi Sumatera Barat pada penanggulangan bencana. Penelitian deskriptif ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang memakai konsep manajemen komunikasi dari (Cutlip et all., 2006). Peneliti mengumpulkan data melalui hasil wawancara mendalam dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat, Relawan dan Masyarakat terdampak bencana Galodo Sumatera Barat 2024. Hasil menunjuukan bahwa BPBD Provinsi Sumatera Barat belum sepenuhnya melakukan manajemen komunikasi bencana dengan baik ditandai dengan kegiatan pada pra bencana yaitu mitigasi bencana yang belum sepenuhnya dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, selain itu manajemen komunikasi bencana sudah dilakukan dengan baik, terdapat rencana kontinjensi dan rencana rehabiitasi &rekonstruksi, pelaksanaan tanggap darurat dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait menggunakan beberapa media komunikasi, rapat evauasi rutin selalu dilakukan pada masa tanggap darurat. Sehingga dapat dilihat secara tidak langsung, manajemen komunikasi bencana berperan untuk mewujudkan masyarakat sadar dan tangguh bencana.
West Sumatra is one of the provinces
that is nicknamed as a disaster showcase area, where almost all natural disasters
have occurred in this region. One of the disasters that recently occurred in
West Sumatra was the eruption of Mount Marapi followed by a cold lava flood
disaster (Galodo) which had a negative impact, namely human casualties, damage
to infrastructure and land, material losses and conditions where there was
uncertainty of information that required the community to be prepared and
resilient to disasters with the aim of minimizing disaster risks. In the
management of the 2024 West Sumatra Galodo disaster, the Regional Disaster
Management Agency (BPBD) functions to coordinate disaster mitigation
activities, preparedness, emergency response and post-disaster rehabilitation
so that they run well. This study is intended to determine how communication
management is in the management of the 2024 West Sumatra cold lava flood
disaster (Galodo) by the West Sumatra Provincial BPBD in disaster management.
This type of research uses a case study method with a qualitative approach that
uses the concept of communication management from (Cutlip et al., 2006). Researchers collected data through the
results of in-depth interviews with the West Sumatra Provincial BPBD,
Volunteers and Communities affected by the 2024 Galodo disaster in West Sumatra.
The results show that the West Sumatra Provincial BPBD has not fully
implemented disaster communication management properly, indicated by
pre-disaster activities, namely disaster mitigation that has not been fully
carried out routinely and continuously, in addition, disaster communication
management has been carried out properly, there are contingency plans and
rehabilitation & reconstruction plans, the implementation of emergency
response is carried out through coordination with related agencies using
several communication media, routine evaluation meetings are always held during
the emergency response period and the transition period from emergency to
recovery with the Emergency Response Command team. So that it can be seen
indirectly, disaster communication management plays a role in creating a
disaster-aware and resilient society.
Kata Kunci : Manajemen Komunikasi, Komunikasi Bencana, Penanggulangan Bencana, Bencana Banjir Lahar Dingin, Bencana Galodo