Laporkan Masalah

Mengkaji Kualitas Pengelolaan Desa Wisata Bromonilan, Purwomartani, Sleman Berdasarkan Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat

MARISA HERDIAN PUTRI, Dr. Mohamad Yusuf, M.A.

2024 | Skripsi | PARIWISATA

Pariwisata massal menjadi tantangan besar bagi para pelaku pariwisata karena menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial di masyarakat. Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi pariwisata massal. Penelitian ini menjadikan Desa Wisata Bromonilan sebagai fokus penelitian dalam mengkaji Pariwisata Berbasis Masyarakat khususnya dari sisi pengelolaannya. Penelitian ini mengkaji kondisi eksisting pengelolaan Desa Wisata Bromonilan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana desa wisata tersebut telah menerapkan praktik Pariwisata Berbasis Masyarakat yang baik dan bagaimana upaya pengelola di masa mendatang dalam meningkatkan pengelolaan yang berkualitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Wawancara dilakukan kepada Pemerintahan Desa, Pengelola aktif Desa Wisata Bromonilan, dan masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam pengelolaan. Variasi narasumber dilakukan untuk mengetahui perspektif dari masing-masing individu sesuai perannya.  Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Kriteria Keberhasilan CBT yang dikembangkan oleh Goodwin & Santilli (2009) sebagai acuan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan ekonomi masyarakat lokal,viabilitas komersial, modal sosial dan pemberdayaan, dan konservasi lingkungan sudah dilakukan upaya dan pengelola sudah berinisiatif berupaya. Namun, berdasarkan hasil temuan lapangan Desa Wisata Bromonilan belum dapat mencapai Pengelolaan yang berkualitas. Pengelola masih menghadapi berbagai tantangan untuk mencapai Pengelolaan berkualitas. Maka dari itu, pengelola akan berupaya menciptakan program-program demi meningkatkan kualitas Pengelolaan.

Mass tourism is a big challenge for tourism players because it causes environmental damage and social conflicts in the community. The concept of Community-Based Tourism is expected to be a solution in overcoming mass tourism. This research makes Bromonilan Tourism Village the focus of research in studying Community-Based Tourism, especially in terms of its management. This research examines the existing conditions of Bromonilan Tourism Village management with the aim of knowing the extent to which the tourist village has implemented good Community-Based Tourism practices and how the manager's efforts in the future will improve quality management. This research is a qualitative study with data collection methods in the form of observation, interviews, and literature studies. Interviews were conducted with the Village Government, active managers of Bromonilan Tourism Village, and people who were not directly involved in management. The variety of sources was done to find out the perspective of each individual according to their role. This research uses the CBT Success Criteria framework developed by Goodwin & Santilli (2009) as a reference in analyzing the data. The results showed that from the aspects of improving community welfare, local community economic development, commercial viability, social capital and empowerment, and environmental conservation, efforts have been made and managers have taken the initiative to make efforts. However, based on the field findings, Bromonilan Tourism Village has not been able to achieve quality management. Managers still face various challenges to achieve quality management. Therefore, managers will try to create programs to improve the quality of management.

Kata Kunci : Pariwisata Berbasis Masyarakat, Desa Wisata, Kualitas Pengelolaan/Keywords: Community Based Tourism, Tourism Village, Management Quality

  1. S1-2024-456672-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456672-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456672-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456672-title.pdf