ALAT BANTU KEPUTUSAN FORESIGHT DAN STRATEGI MITIGASI BIAS HINDSIGHT UNTUK MEMPERSEMPIT KESENJANGAN DI ANTARA PERSPEKTIF AUDITOR DAN EVALUATOR
I Made Narsa, Prof. Dr. Jogiyanto Hartono M., M.B.A.; Dr. Supriyadi, M.Sc.; Dr. Ertambang Nahartyo, M.Sc.
2010 | Disertasi | S3 Ilmu EkonomiAuditor menghadapi dua kesenjangan, yaitu dari perspektif auditor berupa kesenjangan ekspetasi publik, dan dari perspektif evaluator berupa kesenjangan waktu antara auditor dan evaluator. Auditor dapat secara signifikan dirugikan akibat kesenjangan tersebut. Oleh karena itu, kesenjangan tersebut harus dimitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi: (1) apakah munculan negatif berpengaruh terhadap proses pengambilan keputusan penyesuaian oleh auditor, dan terhadap proses evaluasi oleh evaluator; (2) apakah alat bantu keputusan munculan tunggal dan munculan ganda dapat meningkatkan kemampuan prediksi auditor; (3) apakah pemberian munculan alternatif dan stakeholder alternatif dapat memitigasi bias hindsight evaluator (hakim); (4) apakah magnituda kesalahan prediktif (predictive judgment error) auditor berbeda dengan magnituda kesalahan evaluatif (evaluative judgment error) evaluator; (5) apakah strategi mitigasi bias hindsight lebih efektif dalam mempersempit kesenjangan di antara perspektif auditor dan evaluator dibandingkan dengan alat bantu keputusan foresight? Dua desain eksperimental antarsubjek dilakukan secara paralel dan melibatkan 282 partisipan. Eksperimen ini menguji strategi munculan tunggal, munculan ganda, munculan alternatif, dan stakeholder alternatif dalam mempersempit kesenjangan di antara perspektif auditor dan evaluator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor mengalami kesalahan pertimbangan prediktif dengan magnituda yang lebih besar dibandingkan dengan magnituda kesalahan pertimbangan evaluatif (bias hindsight) yang dialami evaluator. Alat bantu keputusan foresight dapat memitigasi kesalahan pertimbangan prediktif secara efektif, sehingga kualitas keputusan auditor meningkat dan mendekati perspektif hindsight. Demikian pula sebaliknya strategi mitigasi munculan alternatif dan stakeholder alternatif dapat memitigasi kesalahan pertimbangan evaluatif (bias hindsight) secara efektif sehingga keputusan evaluator mendekati perspektif foresight. Keempat strategi mitigasi memiliki keefektipan berbeda dalam mempersempit kesenjangan di antara perspektif auditor dan evaluator, tetapi secara statistiks tidak signifikan. Temuan lain menunjukkan bahwa auditor dalam membuat keputusan lebih memerhatikan informasi negatif dibandingkan informasi positif. Temuan ini konsisten dengan sikap konservatif auditor. Evaluator atau hakim juga mengisyaratkan agar auditor lebih banyak mempertimbangkan informasi negatif atau akibat-akibat buruk di kemudian hari.
Kata Kunci : kesenjangan ekspektasi, kesenjangan waktu, stategi mitigasi, alat bantu keputusan foresight, foresight, bias hindsight, kesalahan pertimbangan prediktif, kesalahan pertimbangan evaluatif, munculan negatif, munculan tunggal, munculan ganda, munculan altern