Laporkan Masalah

Analisis Kebutuhan dan Keterjangkauan Spasial Fasilitas Sekolah Formal Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Mataram

LALU FIRMAN ULUNG ASWILI, Mohammad Isnaini Sadali, S.Si., M.Sc.

2024 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Ketersediaan fasilitas pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting dalam menjamin terselenggaranya pemenuhan wajib belajar 12 tahun dalam rangka meningkatkan mutu sumber daya manusia. Meskipun telah dilaksanakan aturan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru di Kota Mataram, masih banyak ditemukan sekolah yang mempermasalahkan terkait jumlah peserta didik yang didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kondisi ketersediaan dan kebutuhan fasilitas sekolah formal di Kota Mataram terkait (1) ketersediaan dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, (2) ketersediaan dengan memperbandingkan jumlah peserta didik yang dilayani serta jumlah ruang kelas yang dimiliki, (3) pola distribusi dan keterjangkauan spasial, (4) serta proyeksi kebutuhan sekolah tahun 2045. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif serta metode SIG untuk analisis spasial. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan total sampling secara daring serta melalui kunjungan instansional. Hasil dari analisis ditampilkan dalam unit kecamatan yang ada di Kota Mataram. Analisis ketersediaan fasilitas sekolah dilakukan dengan: teknis analisis kecukupan dan analisis efektivitas; keterjangkauan secara spasial dilakukan dengan teknik analisis Tetangga Terdekat, Buffer, dan Overlay; kebutuhan jumlah sekolah dengan teknik analisis proyeksi. Hasil dari penelitian menunjukkan masih terdapat adanya kekurangan jumlah sekolah formal jenjang pendidikan dasar dan menengah pada setiap kecamatan di Kota Mataram. Sekolah di Kota Mataram juga masih mengalami kelebihan dan kekurangan peserta didik serta ruang kelas apabila mengacu pada standarisasi. Hal ini selaras dengan efektivitas pelayanan yang sebagian besar masih di bawah 100%. Di sisi lain, masih terdapat kawasan permukiman yang belum terjangkau secara spasial. Baik secara administratif maupun spasial, Kota Mataram masih membutuhkan penambahan sekolah baru baik pada tahun data penelitian hingga pada tahun proyeksi 2045.

Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif serta metode SIG untuk analisis spasial. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan total sampling secara daring serta melalui kunjungan instansional. Hasil dari analisis ditampilkan dalam unit kecamatan yang ada di Kota Mataram. Analisis ketersediaan fasilitas sekolah dilakukan dengan: teknis analisis kecukupan dan analisis efektivitas; keterjangkauan secara spasial dilakukan dengan teknik analisis Tetangga Terdekat, Buffer, dan Overlay; kebutuhan jumlah sekolah dengan teknik analisis proyeksi.

Hasil dari penelitian menunjukkan masih terdapat adanya kekurangan jumlah sekolah formal jenjang pendidikan dasar dan menengah pada setiap kecamatan di Kota Mataram. Sekolah di Kota Mataram juga masih mengalami kelebihan dan kekurangan peserta didik serta ruang kelas apabila mengacu pada standarisasi. Hal ini selaras dengan efektivitas pelayanan yang sebagian besar masih di bawah 100%. Di sisi lain, masih terdapat kawasan permukiman yang belum terjangkau secara spasial. Baik secara administratif maupun spasial, Kota Mataram masih membutuhkan penambahan sekolah baru baik pada tahun data penelitian hingga pada tahun proyeksi 2045.

The availability of educational facilities is one of the important aspects in ensuring the fulfilment of the 12-year compulsory education in order to improve the quality of human resources. Although the PPDB zoning regulations have been implemented in Mataram City, there are still many schools that are concerned about the number of students they get. This study was conducted to review the condition of the availability of formal school facilities in Mataram City related to (1) availability by considering the population, (2) availability by comparing the number of students served and the number of classrooms owned, (3) spatial distribution patterns and spatial accesibility, (4) and projected school needs in 2045.

This research was conducted using descriptive quantitative method and GIS method for spatial analysis. Secondary data collection was done by total sampling through the internet and through institutional visits. The results of the analysis are displayed in sub-district units in Mataram City. The analysis of the availability of school facilities was conducted using: the sufficiency analysis and effectiveness analysis techniques; spatial accessibility was conducted using the Nearest Neighbor, Buffer, and Overlay analysis techniques; the need for the number of schools using the projection analysis technique.

The results of the study show that there is still a shortage of formal schools at the primary and secondary education levels in each sub-district in Mataram City. Schools in Mataram City also still experience an excess and shortage of students and classrooms when referring to standardization.. This is in line with the effectiveness of services, most of which are still below 100%. On the other side, there are still settlements that have not been spatially reached. Both administratively and spatially, Mataram City still needs additional new schools both in the research data year and in the projection year 2045.

Kata Kunci : fasilitas pendidikan, ketersediaan, efektivitas, analisis buffer, PPDB

  1. S1-2024-461489-abstract.pdf  
  2. S1-2024-461489-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-461489-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-461489-title.pdf