Laporkan Masalah

Maukah Kamu Menikah Denganku, Nanti? Mengungkap Dampak Pernikahan Anak terhadap Kematian Bayi

Farmila Sari, Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D; Wisnu Setiadi Nugroho, S.E.,M.Sc.,M.A.,Ph.D

2024 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan

Pernikahan anak perempuan masih terjadi di negara berkembang, termasuk di Indonesia, dan berdampak negatif terutama bagi perempuan. Dalam upaya menekan prevalensi pernikahan anak, pemerintah Indonesia merevisi Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 menjadi Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019, menaikkan batas usia minimum pernikahan bagi perempuan dari 16 menjadi 19 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak perubahan kebijakan tersebut terhadap angka pernikahan anak dan risiko kematian bayi. Menggunakan metode Fuzzy Regression Discontinuity Design (FRDD), penelitian ini memanfaatkan diskontinuitas usia pada perempuan yang terdampak undang-undang baru. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan usia pernikahan menurunkan probabilitas pernikahan anak sebesar 5 poin persentase. Namun, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menikah pada usia muda cenderung memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan bayi dari ibu yang menikah pada usia lebih dewasa. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam kebijakan penurunan pernikahan anak hanya mengandalkan UU masih kurang efektif.


Child marriage among females remains prevalent in developing countries, including Indonesia, and has adverse impacts, especially for young women. To reduce the high prevalence of child marriage, the Indonesian government revised Marriage Law No. 1 of 1974 to Marriage Law No. 16 of 2019, raising the minimum legal age for marriage for females from 16 to 19 years. This study aims to examine the impact of this policy change on child marriage rates and infant mortality risks. Using the Fuzzy Regression Discontinuity Design (FRDD) method, this research leverages age discontinuity among females affected by the new law to analyze the outcomes. The results indicate that raising the marriage age reduces the probability of child marriage by five percentage points. However, infants born to mothers who marry at a young age tend to have a higher risk of mortality compared to those born to mothers who marry at an older age.

 



 

Kata Kunci : Child Marriage, Infant Mortality, Legal age of marriage, Regression discontinuity design, Marriage Law No. 16 of 2019

  1. S2-2024-509530-abstract.pdf  
  2. S2-2024-509530-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-509530-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-509530-title.pdf  
  5. S2-2025-509530-abstract.pdf  
  6. S2-2025-509530-bibliography.pdf  
  7. S2-2025-509530-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2025-509530-title.pdf