Laporkan Masalah

PEMAKNAAN STUNTING OLEH IBU MELALUI PENGALAMAN BERKOMUNIKASI (Studi Fenomenologi pada Kaum Ibu di Desa Papang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai)

Hermina Surya, Dr. Rahayu, S.I.P, M.Si., M.A

2024 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan stunting melalui pengalaman berkomunikasi para ibu di desa Papang, Nusa Tenggara Timur. Pencegahan stunting selalu ditinjau dari sisi klinis. Nyatanya, stunting perlu dicegah melalui konteks pendekatan komunikasi, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Lestari (2018), bahwa interaksi, komunikasi dan konstruksi sosial berpengaruh dalam proses pencegahan stunting. Riset ini menggunakan teori Interaksi Simbolik dari Herbert Mead untuk melihat pembentukan makna melalui konteks mind, self  dan society. Sementara itu, fenomenologi dari Alfred Schutz akan menekankan pada pentingnya kehadiran pengalaman dan pengetahuan yang diwarisi dalam membentuk pemahaman dan interaksi sosial individu. Metode yang digunakan adalah metode fenomenologi yang merujuk pada referensi Moustakas. Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, adapun hasil penelitian menunjukan bahwa kaum ibu di Desa Papang masih menggunakan istilah lokal untuk memahami stunting. Selain itu, preferensi kaum ibu dalam mengakses informasi stunting cenderung menggunakan komunikasi tradisional seperti interaksi langsung bersama bidan, ibu lainnya, dan tokoh-tokoh agama/adat. Konteks stunting desa Papang masih masih dipengaruhi oleh keyakinan dan kepercayaan terhadap tradisi lokal, misalnya adanya tabu makanan dan aktivita.s terlarang bagi ibu hamil.  


 

This study aims to determine the meaning of stunting through the communication experiences of mothers in rural areas in Manggarai Regency. Stunting prevention is always viewed from the clinical side. In fact, stunting needs to be prevented through the context of a communication approach, as shown by the results of research conducted by Lestari (2018), which found that interaction, communication, and social construction influence the process of preventing stunting. This research uses Herbert Mead's symbolic interaction theory to analyze the formation of meaning in the context of the mind, self, and society. In addition, Alfred Schutz's phenomenology will emphasize the importance of experience and inherited knowledge in shaping individual understanding and social interaction. The method used is phenomenology, which refers to Moustakas's reference. Based on the data collection through in-depth interviews, observation, and documentation, results show that mothers in rural areas use their local terms to interpret stunting. Furthermore, mothers' preferences in accessing stunting information tend to use traditional communication, such as direct interaction with midwives' religious and traditional leaders. The context of stunting in the Manggarai tribe is still influenced by beliefs in local traditions, such as food taboos and prohibited activities for pregnant women.


Kata Kunci : Pemaknaan, Pengalaman Berkomunikasi, Permasalahan Stunting, Kaum Ibu, Desa Papang, Nusa Tenggara Timur, Communicative Experience, Stunting, Rural Mothers

  1. S2-2024-509723-abstract.pdf  
  2. S2-2024-509723-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-509723-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-509723-title.pdf