Pengarusutamaan Gender Dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Majene Sulawesi Barat
Febriana Andiani Putri, Dr. Ambar Widaningrum, M.A
2024 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK
Studi ini bertujuan untuk mengembangkan model implementasi kebijakan berbasis pengarusutamaan gender (PUG) untuk menciptakan solusi yang lebih inklusif dan efektif dalam menanggulangi stunting. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Majene, yang mencapai 40,6% pada tahun 2022, serta adanya ketimpangan gender dalam akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat kebijakan penanggulangan stunting. Budaya patriarki, rendahnya keterlibatan laki-laki dalam pengasuhan anak, dan kurangnya integrasi perspektif gender dalam kebijakan menjadi faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Adapaun metode penelitian adalah dengan pendekatan studi kasus dan Soft System Methodology (SSM) sebagai pisau analisis, yang memungkinkan analisis terhadap kompleksitas masalah melalui partisipasi aktif para pemangku kepentingan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan pemerintah, NGO, dan masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Capacities and Vulnerabilities Approach (CVA) dan indikator Akses, Partisipasi, Kontrol, dan Manfaat (APKM) untuk mengidentifikasi akar masalah dan mengembangkan model kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid, yang menggabungkan strategi bottom-up dan top-down, dengan PUG sebagai inti implementasi kebijakan, adalah langkah efektif untuk mengatasi stunting. Implementasi PUG dikembangkan dari teori implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Van Meter dan Van Horn. Pendekatan ini menekankan integrasi nilai-nilai lokal seperti konsep siwaliparri dan pentingnya dialog kesadaran gender (gender-aware dialogue), serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kontribusi penelitian ini meliputi pengembangan model implementasi kebijakan yang responsif gender, memperkuat teori implementasi kebijakan melalui integrasi PUG, dan pemanfaatan SSM untuk memahami serta menangani masalah multidimensi seperti stunting.
This
research aims to develop a policy implementation model based on gender
mainstreaming (PUG) to provide inclusive and effective solutions to overcome
stunting. This research is motivated by the high prevalence of stunting in
Majene Regency, which reached 40.6% in 2022, coupled with gender inequality in
access, participation, control and benefits of stunting prevention policies.
Key factors that exacerbate this problem include patriarchal culture, low male
involvement in childcare, and lack of integration of gender perspectives in
policies. Using a case study approach and Soft System Methodology (SSM) as an
analytical tool, this research examines the complexity of the problem through
the active participation of stakeholders. Data was collected through interviews
involving the government, NGOs, and communities, observations, and literature
review. The analysis used the Capacities and Vulnerabilities Approach (CVA)
framework and Access, Participation, Control, and Benefits (APKM) indicators to
identify the root of the problem and propose a policy model. This research
reveals that the existing policy implementation model is very top-down and has
not mainstreamed gender in policy implementation. Thus, the existing model has
not been able to solve the stuntinG. The findings show that a hybrid approach
that combines bottom-up and top-down strategies, centered on PUG, is effective
in addressing stunting. This model draws on Van Meter and Van Horn's policy
implementation theory, which is an extension of existing implementation models.
The model emphasizes local values and gender-aware dialogue while strengthening
cross-sector coordination. This research contributes to developing a
gender-responsive policy model, advancing policy implementation theory through
the integration of PUG, and demonstrating the benefits of SSM in addressing
multidimensional challenges such as stunting, as well as providing practical
solutions in tackling stunting. This comprehensive approach highlights the
importance of aligning gender perspectives with local cultural values and
institutional collaboration to create impactful solutions.
Kata Kunci : Stunting, Pengarusutamaan Gender, Soft System Methodology, Kebijakan.