Kardono Darmojoewono, Perintis Kelembagaan Geografi & Survei dan Pemetaan di Indonesia.
Raafian Prabowo, Dr. Farabi Fakih, M.Phil
2024 | Tesis | S2 Sejarah
Tesis ini bertujuan untuk meneliti seorang pendiri lembaga pendidikan, khususnya Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (FGE UGM) yang berdiri pada 1 September 1963 serta lembaga penelitian, khususnya Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang berdiri pada 17 Oktober 1969 dan kini bernama Badan Informasi Geospasial (BIG) sejak 27 Desember 2011, yaitu Prof. Drs. Kardono Darmojoewono. Kardono juga memiliki peranan secara teknis dalam pengembangan disiplin ilmu geografi di Indonesia dengan membuka kerjasama kepada negara – negara lain, seperti: Belanda; Swiss; Perancis; Inggris Raya; Kanada; Amerika Serikat dan lain sebagainya; serta juga kepada lembaga – lembaga kebumian baik nasional maupun internasional, termasuk dalam hal pengenalan dan penerapan dari penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk menunjang survei dan pemetaan di Indonesia. Sehingga, Kardono dapat dianggap sebagai seorang dekolonialis dalam proses dekolonisasi terhadap disiplin ilmu geografi di Indonesia.
This thesis aims to examine a founder of an educational institution, especially the Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada which was established on September 1st, 1963 and a research institution, especially the National Survey and Mapping Coordinating Agency which was established on October 17th, 1969 and is now called the Geospatial Information Agency since December 27th, 2011, namely Prof. Drs. Kardono Darmojoewono. Kardono also has a technical role in the development of the discipline of geography in Indonesia by opening cooperation with other countries, such as: the Netherlands; Switzerland; France; Great Britain; Canada; United States and so on; as well as to national and international earth institutions, including in terms of the introduction and application of remote sensing and geographic information systems to support surveys and mapping in Indonesia. Thus, Kardono can be considered a decolonialist in the process of decolonization of the discipline of geography in Indonesia.
Kata Kunci : Prof. Drs. Kardono Darmojoewono, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Faculty of Geography Universitas Gadjah Mada, National Survey and Mapping Coordinating Agency