Laporkan Masalah

Adjektiva Mengenai Sifat Manusia dalam Bahasa Jawa

FARIDA NURYANTININGSIH, Prof. Dr. Suhandano, M.A.

2024 | Disertasi | S3 Ilmu-ilmu Humaniora

Adjektiva mengenai sifat manusia adalah adjektiva yang digunakan untuk menjelaskan keadaan manusia. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana adjektiva dalam bahasa Jawa dapat digunakan untuk menyifati manusia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan aspek-aspek adjektiva mengenai sifat manusia dalam bahasa Jawa. Korpus data yang ditelaah diambil dari sumber lisan dan sumber tulis. Sumber lisan diambil dari film-film pendek dengan latar tempat di Daerah Istimewa Yogyakarta dari tahun 2015-2023 yang diproduksi antara lain oleh Paniradya Kaistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Ravacana Films, dan Askara Narini Films. Sumber tulis diambil dari cerpen berbahasa Jawa Antologi Cerkak Bengkel Sastra Jawa 2007 Kidung Megatruh dan Cerita Pendek Jawa Yogyakarta Periode 2000-2010 serta kamus bahasa Jawa online Sastra.org, Baoesastra Djawa karangan Poerwadarminta (1939) dan Kamus Bahasa Jawa dari tim Balai Bahasa Yogyakarta (2011). Data yang sudah terkumpul dan terseleksi dari sumber data akan dilakukan identifikasi dan klasifikasi, kemudian dianalisis berdasarkan struktur linguistik, yaitu aspek morfologis, sintaksis, semantik. Hasil analisis struktur linguistik tersebut dijadikan landasan  untuk mengetahui pandangan masyarakat Jawa terhadap manusia dengan berlandaskan pada teori etnosemantik.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa djektiva mengenai sifat manusia dalam bahasa Jawa terdiri atas dua bentuk, yaitu monomorfemis dan polimorfemis. Adjektiva mengenai sifat manusia dalam bahasa Jawa dapat berfungsi sebagai parameter perbandingan dengan perluasan ke kiri dengan didahului kata luwih [luwIh] dan rada [r?d??] untuk menyatakan komparatif. Didahului kata paling [palI?] untuk menyatakan makna superlatif serta dengan perluasan ke kanan dengan diikuti kata dhewe [??ewe], banget [b?a??t], tenan [t?nan], dan frasa ora jamak [ora j?ama?]  untuk menyatakan makna superlatif. Adjektiva mengenai sifat manusia dalam bahasa Jawa dibedakan menjadi adjektiva mengenai sifat fisik dan adjektiva mengenai sifat psikis. Dengan mengkaji adjektiva mengenai sifat manusia dalam bahasa Jawa dapat diketahui perspektif keindahan wanita dan pria menurut budaya Jawa. 





Adjectives about human nature are adjectives used to describe human conditions. The main problem of this research is how Javanese adjectives can be used to characterize humans. This descriptive qualitative research describes the aspects of adjectives about human nature in Javanese. The data corpus examined is taken from oral sources and written sources. The oral sources are taken from short films set in the Yogyakarta Special Region from 2015-2023 produced by Paniradya Kaistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Ravacana Films, and Askara Narini Films, among others. Written sources were taken from Javanese short stories from the Antologi Cerkak Bengkel Sastra Jawa 2007 Kidung Megatruh and Cerita Pendek Jawa Yogyakarta Period 2000-2010, as well as the online Javanese dictionary Sastra.org, Baoesastra Djawa by Poerwadarminta (1939) and the Javanese Language Dictionary from the Yogyakarta Language Center team (2011). Data collected and selected from data sources will be identified and classified, then analyzed based on linguistic structures, namely morphological, syntactic, and semantic aspects. The results of the linguistic structure analysis are used as a basis for knowing the Javanese view of humans based on ethnosemantic theory.

The research results found that the two forms of adjectives about human nature in Javanese consist of monomorphemic and polymorphic. Adjectives about human nature in Javanese can function as comparison parameters with leftward expansion preceded by the words luwih [luwIh] and rada [r?d??] to express comparative. It is preceded by the phrase paling [palI?] to express superlative meaning and by proper expansion followed by the words dhewe [??ewe], banget [b?a??t], tenan [t?nan], and the phrase ora jamak [ora j?ama?] to express superlative meaning. In Javanese, adjectives about human nature can be divided into adjectives about physical and psychological nature. According to Javanese culture, the perspective of the beauty of women and men can be known by studying adjectives about human nature in the Javanese language. 




Kata Kunci : Adjektiva bahasa Jawa, etnosemantik, sifat fisik dan psikis manusia Jawa

  1. S3-2024-468260-abstract.pdf  
  2. S3-2024-468260-bibliography.pdf  
  3. S3-2024-468260-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2024-468260-title.pdf