Evaluasi kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah dan analisis pengaruhnya terhadap daerah sekeliling (Hiterland) di Kota Tangerang
ISKANDAR, Wahyudi, Drs. Wahib Suyitno, M.Agr
2004 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk pertama, mengidentifikasi kecamatan– kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah melalui analisis skalogram. Kedua, melihat pengaruh pusat pertumbuhan tersebut terhadap daerah sekeliling (hinterland) melalui analisis gravitasi Huff. Ketiga, menentukan batas pengaruh daerah sekeliling dari pusat pertumbuhan wilayahnya dengan menggunakan analisis breaking point theory. Keempat, menentukan hirarki kecamatan sebagai suatu hirarki perkotaan berdasarkan faktor sosial, ekonomi dan pemerintahan menggunakan analisis hirarki perkotaan, dan kelima, mengetahui aktivitas ekonomi yang utama pada kecamatan yang berada pada hirarki satu di Kota Tangerang. Data yang dipergunakan adalah data sarana dan prasarana, kependudukan dan aktivitas ekonomi tiap-tiap kecamatan di Kota Tangerang tahun 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kecamatan sebagai pusat pertumbuhan wilayah yang utama dengan tiga kecamatan sebagai daerah sekelilingnya (hinterland). Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Jatiuwung sebagai pusat pertumbuhan wilayah dengan hinterland-nya Kecamatan Pinang dan Kecamatan Karawaci sebagai pusat pertumbuhan wilayah dengan hinterland-nya Kecamatan Pinang, Larangan dan Kecamatan Ciledug. Secara hirarki, kecamatan– kecamatan di Kota Tangerang dibagi menjadi tiga hirarki kota yang mencerminkan kelengkapan sarana dan prasarana perkotaan yang terpusat dan aksesibilitas kecamatan sebagai hinterland terhadap pusat pertumbuhan wilayahnya
This research has five purposes. First, we identify sub districts as growth regional centers through scalogram analysis. Second, we will see growth regional center’s influence to its hinterland use Huff gravitation analysis. Third , we determine hinterland’s influential border through breaking point theory analysis. Forth, we determine sub district’s hierarchy based on social, economy, and government facilities use urban hierarchy analysis. And fifth, we want to know the main economy activity in sub district at first hierarchy in Kota Tangerang. Data used are infrastructure, population, and economy activity each sub district in Kota Tangerang in 2002. The results show that there are two sub districts as main growth regional centers with three sub districts as their hinterlands. The main growth regional centers are Jatiuwung sub district with Pinang sub district as its hinterland, and Karawaci sub district with Pinang, Larangan, and Ciledug sub districts as its hinterlands. Sub districts in Kota Tangerang are divided by three hierarchies that represent completely centered urban infrastructure and sub district’s accessibility as hinterlands to their growth regional centers
Kata Kunci : Pertumbuhan Wilayah,Kecamatan,Hinterland