Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK FISIK KARKAS DAN DAGING ITIK TURI JANTAN SETELAH DILAKUKAN PEMUASAAN UMUR DUA SAMPAI TUJUH MINGGU

Tri Anugrah Ari Kurniawan, Dr. Ir. Setiyono, SU.; Prof. Ir. Wihandoyo., M.S., Ph.D.,

2014 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik daging itik, persentase karkas, dan kandungan lemak dalam daging itik yang diberi perlakuan pemuasaan satu minggu satu kali dan satu minggu dua kali sejak itik berumur 2 minggu sampai 7 minggu. Sebanyak 75 ekor itik Turi jantan umur 2 minggu dibagi secara acak menjadi 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 ekor itik. Perlakuan pemuasaan adalah P0 (pemberian pakan ad libitum), P1 dan P2 (pemuasaan 1 hari/minggu umur 2 sampai 5 minggu dan sampai 7 minggu). P3 dan P4 (pemuasaan 2 hari/minggu umur 2 sampai 5 minggu dan 7 minggu) setelah dilakukan pemotongan untuk uji sifat fisik meliputi nilai pH, daya ikat air, susut masak, keempukan daging. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Apabila ada perbedaan yang signifikan dilakukan dengan uji Kontras Ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuasaan berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap nilai pH daging itik kontrol 5,85, sedangkan nilai rerata pH daging dengan P1, P2, P3, dan P4 sebesar 5,84, 5,93, 5,87, dan 5,95. Nilai daya ikat air (%) daging itik kontrol sebesar 54,17, sedangkan nilai rerata daya ikat air (%) dengan P1, P2, P3, dan P4 sebesar 54,36 , 54,47 , 63,55 dan 65,34. Susut masak (%) daging itik kontrol 31,13, sedangkan nilai rerata susut masak (%) dengan P1, P2, P3, dan P4 sebesar 32,92 , 31,30 , 25,26 , dan 24,60. Nilai rerata keempukan daging (kg/cm²) itik kontrol 3,73, sedangkan nilai rerata keempukan (%) dengan P1, P2, P3, dan P4 sebesar 3,75 , 3,71 , 2,47 , dan 2,42. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemuasaan memperbaiki kualitas daging itik Turi. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan pemuasaan 2 hari seminggu umur 2 sampai 7 minggu dengan pH 5,9, daya ikat air 65,34%, susut masak 24,60%, dan keempukan daging 2,42 kg/cm².

The objective of this experiment was to evaluate also the physical characteristic of carcass and meat male turi duck underwent restriction feeding. Duck meat was given a restriction feed at the age 2 until 7 weeks. Seventy five ducks divided into 5 different treatments in 3 replications which contain 5 ducks in every replication. The treatment were; P0 (duck was fed with normal diet). P1 and P2 ducks were fed with skipaday feeding from two weeks until 5 and 7 weeks then followed with ad libitum feed. P3 and P4 ducks were fed with skip two day per week from two weeks old until 5 and 7 weeks then followed with ad libitum feed. After the treatment the ducks was slaughtered to collect the pH value, water holding capacity, cooking loss, and meat tenderness. The data were analyzed by analysis of variance followed by contrast orthogonal. The results showed that treatments restriction feeding significantly affected (P<0.05) on, the pH value of duck meat were 5.85, 5.84, 5.93, 5.87, and 5.95 for P0, P1, P2, P3 and P4 respectively. The water holding capacity value (%) duck meat were 54.17, 54.36, 54.47, 63.55 and 65.34, cooking loss (%) were 31.13, 32.93, 31.30, 25.26, and 24.60, meat tenderness value (kg/cm²) were 3.73, 3.75, 3.71, 2.47, and 2.42 for the P0, P1, P2, P3, and P4 respectively. The conclusion of this research is restriction feeding repaired the quality of Turi’s duck meat. The best outcome is from restriction feeding twice a week from 2 until 7 weeks with pH value 5.9, water holding capacity 65.34%, cooking loss 24.60%, and meat tenderness value 2.42 kg/cm². (Key words: Turi Duck, Feed Restriction, Meat Physical Characteristic)

Kata Kunci : Itik turi, Pembatasan pakan, Sifat fisik daging.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.