Laporkan Masalah

PENGARUH PENGENCERAN SPERMA DOMBA GARUT DENGAN AIR KELAPA DAN ARAS KUNING TELUR ITIK TERHADAP MOTILITAS DAN VIABILITAS SPERMATOZOA PADA PENYIMPANAN 5°C

Novia Dimar Dwitarizki , Widya Asmarawati,S.Pt., M.Sc.; Prof. Ir. lsmaya, M.Sc.,

2014 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aras kuning telur itik yang terbaik dalam pengenceran sperma domba Garut dengan pengencer air kelapa terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa dan lama penyimpanannya. Penampungan sperma dilakukan dua kali seminggu, hari Minggu dan Kamis. Sperma dari ketiga domba ditampung tiap pagi dan dicampur menjadi satu kemudian dibagi untuk empat perlakuan pengenceran: 1) P0= air kelapa + 0% kuning telur itik; 2) P1 = air kelapa + 10% kuning telur itik; 3) P2 = air kelapa + 20% kuning telur itik; 4) P3 = air kelapa + 30% kuning telur itik. Replikasi dilakukan sebanyak tiga kali. Setiap perlakuan disimpan pada suhu 5°C dan diamati pada lima tingkatan waktu penyimpanan yaitu hari ke-0, ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Rancangan Pola Faktorial 4x5 dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan (P<0,01) pada interaksi antara perlakuan dan hari (perlakuan*hari) terhadap motilitas spermatozoa, namun interaksi antara perlakuan dan hari (perlakuan*hari) tidak memberikan perbedaan efek yang nyata terhadap viabilitas spermatozoa. Rata-rata motilitas spermatozoa selama empat hari penyimpanan pada perlakuan P0, P1, P2, P3 berturut-turut adalah 0.00±0,00%, 19,60±21.29%, 23,80±24,03%, dan 44,00±20,37%. Rata-rata viabilitas spermatozoa selama empat hari penyimpanan pada perlakuan P0, P1, P2, P3 berturut-turut adalah 18,84±10,32%, 72,61±19,01%, 70,67±19,17%, dan 84,42±4,63%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengenceran dengan air kelapa ditambah 30% kuning telur itik memberikan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa terbaik pada penyimpanan suhu 5°C dengan waktu penyimpanan dapat dilakukan sampai hari kedua. (Kata Kunci: Domba Garut, Sperma, Air Kelapa, Kuning Telur Itik, Motilitas, Viabilitas)

10/304383/PT/05953 ABSTRACT The aim of this research was to determine the best level of duck egg yolk concentration in Garut ram semen which diluted with coconut water on sperm motility and viability and the storage times. Semen was collected two days a week, on Sunday and Thursday. Semen from three rams were collected in the morning and pooled then divided into four dilution treatments: 1) P0= coconut water + 0% duck egg yolk; 2) P1= coconut water + 10% duck egg yolk; 3) P2= coconut water + 20% duck egg yolk; 4) P3= coconut water + 30% duck egg yolk. There were 3 replications in each treatment. Each treatment was stored at 5°C and evaluated in five stages of storage times, at 0 day, 1st day, 2nd day, 3rd day, and 4th day. Data were analyzed with Factorial Design 4x5, and the difference between mean were tested by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). This research showed a significant effect (P<0,01) of interaction between treatments and storage times (treatments*storage times) in sperm motility, but there was no significant effect of interaction between treatments and storage times (treatments*storage times) in sperm viability. Total mean of sperm motility in a series during 4 days storage in P0, P1, P2, P3 were 0.00±0.00%, 19.60±21.29%, 23.80±24.03%, and 44.00±20.37%. Total mean of sperm viability in a series during 4 days storage in P0, P1, P2, P3 were 18.84±10.32%, 72.61±19.01%, 70.67±19.17%, and 84.42±4.63%. In conclusion, the addition of 30% duck egg yolk in coconut water-based extender preserved the best persentage of sperm motility and viability storage at 5°C with the storage times until two days. (Key Words: Garut Ram, Semen, Coconut Water, Duck Egg Yolk, Motility, Viability)

Kata Kunci : Domba Garut, Sperma, Air Kelapa, Kuning Telur Itik, Motilitas, Viabilitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.