Laporkan Masalah

Zona Kemampuan Geologi Teknik untuk Permukiman di Desa Duren dan Sekitarnya, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah

MULIA RAHMAN RIO ANYA PUTRA, Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM.; Dr.Eng. Ir. Didit Hadi Barianto, S.T., M.Si., IPM.

2024 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Jumlah penduduk yang bertambah di Desa Duren dan sekitarnya, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang menuntut adanya pengembangan lahan permukiman pada wilayah tersebut. Namun, pengembangan lahan pada wilayah tersebut memiliki ancaman yaitu bencana geologi. Adanya aspek kemampuan geologi teknik dapat berguna untuk memastikan pembangunan konstruksi yang sesuai dan minimalkan kerugian akibat bencana geologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik geologi teknik yang menjadi dasar dalam pembuatan peta zona kemampuan geologi teknik untuk permukiman skala 1:25.000 dan arahan pengembangan kawasan permukiman. Penelitian ini dilakukan pemetaan geologi teknik skala 1:25.000 untuk mendapatkan informasi yang dipakai dalam menyusun 5 kriteria, kerentanan bencana geologi (gerakan tanah dan banjir), daya dukung batuan dan tanah, kemiringan lereng, kedalaman muka air tanah, dan kemudahan penggalian. Kriteria diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan zona kemampuan geologi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan morfologi terbagi menjadi perbukitan struktural berlereng terjal, perbukitan struktural berlereng landai, dan dataran sungai dengan kemiringan lereng (0-42°) dan kerentanan bencana gerakan tanah dan banjir sangat rendah-tinggi. Litologi tersusun oleh batulanau, breksi andesit, dan endapan lempung-bongkah dengan tingkat pelapukan sedang-tanah residu (Grade III-VI). Tanah pada daerah penelitian memiliki tingkat konsistensi sangat lunak dengan nilai PI 35,56-55,14?n jenis tanahnya MH (lanau plastisitas tinggi). Struktur geologi berupa kekar, Sesar Duren (NE-SW), dan Sinklin Timpik (NE-SW). Kedalaman muka air tanah termasuk pada kategori dangkal-dalam (0-25 m) yang semakin dangkal menuju sungai. Daya dukung batuan dan tanah tersusun oleh batuan lapuk sedang-sangat tinggi (Qall < 20> 20 kN/m²). Kemudahan penggalian termasuk kategori mudah digali-perlu peledakan. Zona kemampuan geologi teknik terbagi menjadi zona kemampuan geologi teknik tinggi, sedang, dan rendah. Kondisi pada zona kemampuan geologi teknik rendah mempunyai kerentanan bencana geologi tinggi dan daya dukung batuan dan tanah lemah di Desa Duren dan Desa Sruwen. Arahan pengembangan lahan tidak sesuai untuk permukiman perlu dilakukan rekayasa keteknikan pada bagian tengah daerah penelitian yang termasuk zona kemampuan geologi teknik rendah.

The increasing population in Duren Village and environs, Tengaran District, Semarang Regency, demands the development of residential land in these areas. However, the development in these areas has a threat of geological hazards. The existence of aspects of engineering geological capabilities can be useful to ensure suitable construction development and minimize losses due to geological hazards. The aim of this research is to obtain information on engineering geology characteristics for making a 1:25,000 scale engineering geological capability zone map and development directions of residential lands. The research used is engineering geology mapping at a scale of 1:25,000 to obtain the information that was used to compile 5 criteria, geological hazards vulnerability (landslide and flood), rock and soil bearing capacity, slope gradient, depth of the groundwater table, and ease of excavation. The criteria were processed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method to determine the engineering geological capability zone. The results of this research from morphology are divided into steep-sloping structural hills, gentle-sloping structural hills, and river plains with slope gradients (0–42°) and very low-high landslide and flood hazard vulnerability. The lithology is composed of siltstone, andesite breccia, and clay-boulder deposits with degrees of weathering ranging from moderate to residual soil (Grade III-VI). The soil in the research area has a very soft consistency with a PI value of 35.56-55.14%, and the soil type is MH (high plasticity silt). The geological structure includes fractures, the Duren Fault (NE-SW), and the Timpik Syncline (NE-SW). The depth of the groundwater table is in the shallow-deep category (0–25 m) with becoming shallower towards the river. The bearing capacity of rocks and soil is moderately to completely weathered rock (Qall < 20> 20 kN/m²). Ease of excavation is in the category of easy digging-blasting required. The engineering geological capability zone can be divided into high, medium, and low engineering geological capability zones. Conditions in the low engineering geological capability zones have high geological hazard vulnerability and weak rock and soil bearing capacity in Duren Village and Sruwen Village. The development directions of the land unsuitable for residential areas require engineering in the middle parts of the research area, which includes the zone of low engineering geological capability.

 

Kata Kunci : Pengembangan permukiman, sifat keteknikan, karakteristik geologi teknik, zona kemampuan geologi teknik.

  1. S1-2024-456192-abstract.pdf  
  2. S1-2024-456192-bibliography.pdf  
  3. S1-2024-456192-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2024-456192-title.pdf