Peran Kelompok Wanita Tani dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kabupaten Bantul
Ranny Nursiam Jati, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.S.; Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.
2024 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu bentuk usaha pelibatan perempuan pada program pembangunan pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, DIY. Pemberdayaan tersebut dikatakan berhasil apabila anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai sasaran program, mampu memanfaatkan lahan pekarangannya untuk kegiatan pertanian jika ditinjau dari aspek ekonomi, teknis, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis peran KWT dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bantul, 2) menganalisis pengaruh faktor peran KWT dan faktor internal anggota KWT terhadap keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bantul. Peran KWT dalam penelitian ini difokuskan sebagai unit belajar, unit produksi, dan unit kerjasama sedangkan faktor internal anggota KWT yang diteliti meliputi motivasi, nilai kerja wanita, dan persepsi terhadap peran penyuluh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Total responden penelitian ini adalah 173 anggota KWT di Kabupaten Bantul yang diperoleh menggunakan teknik pengambilan sampel multistage random sampling yang terdiri dari pengambilan sampel kapanewon, KWT, dan anggota KWT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran KWT sebagai unit belajar, unit produksi, dan unit kerjasama secara berturut-turut memiliki persentase nilai sebesar 71,62%, 75,45%, dan 63,58% sehingga ketiga aspek tersebut masuk pada kategori sering intensitasnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan. Sementara itu, data yang dianalisis menggunakan uji Structural Equation Modelling (SEM) menyatakan bahwa faktor peran KWT (direfleksikan oleh unit belajar, unit produksi, unit kerjasama) dan faktor internal anggota KWT (direfleksikan oleh persepsi terhadap peran penyuluh) secara bersama-sama berpengaruh nyata dan saling berhubungan terhadap keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan dari aspek ekonomi, teknis, dan sosial.
Community empowerment through the use of yard land is one of the efforts to involve women in agricultural development programs in Indonesia, including in Bantul Regency, Yogyakarta. The empowerment is said to be successful if the members of the Women Farmers Group (KWT) as the target of the program, are able to utilize their yard land for agricultural activities in terms of economic, technical, and social aspects. This study aims to 1) analyze the role of KWT in community empowerment through the utilization of yard land in Bantul Regency, 2) analyze the influence of KWT role factors and internal factors of KWT members on community empowerment in utilizing yard land in Bantul Regency. The role of KWT in this study is focused as a learning unit, production unit, and cooperation unit while the internal factors of KWT members studied include motivation, value of women's work, and perception of the role of extension workers. This research used descriptive analytic method with quantitative approach. The total respondents of this study were 173 KWT members in Bantul Regency obtained using multistage random sampling technique consisting of sampling kapanewon, KWT, and KWT members. The results showed that the role of KWT as a learning unit, production unit, and cooperation unit successively had a percentage value of 71.62%, 75.45%, and 63.58% so that the three aspects were in the category of frequent intensity in supporting community empowerment through yard land utilization activities. Meanwhile, data analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) test stated that KWT role factors (reflected by learning unit, production unit, cooperation unit) and internal factors of KWT members (reflected by the perception of the role of extension workers) together have a real and interconnected effect on community empowerment in utilizing yard land from economic, technical, and social aspects.
Kata Kunci : Peran KWT, Pemberdayaan, Pemanfaatan Lahan Pekarangan