Kajian Daya Dukung Lingkungan Berbasis Jasa Ekosistem untuk Pengembangan Ekowisata di Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul
Utia Kafafa, Dr. Rika Harini, M.P.; Dr.rer.nat Muhammad Anggri Setiawan, M.Si.
2024 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Kapanewon Dlingo memiliki beberapa keunggulan potensi dan keunikan daya tarik pariwisata, baik daya tarik wisata alam maupun daya tarik wisata buatan. Faktor karakteristik dan kualitas lingkungan menjadi modal penting untuk mengoptimalkan potensi ekowisata. Selain itu, juga perlu diketahui beberapa hal terkait daya dukung yang dapat diakomodasi serta strategi pengelolaannya. Salah satu pendekatan analisis daya dukung lingkungan yang dapat digunakan yaitu daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem. Secara lebih spesifik, jasa ekosistem yang dimaksud yatu jasa ekosistem budaya berupa rekreasi dan ekowisata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengkaji karakteristik lingkungan; (2) mengkaji kondisi daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem untuk pengembangan ekowisata; (3) merumuskan strategi pengelolaan lingkungan untuk pengembangan ekowisata di Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan fokus pada analisis wilayah sebagai unit analisis. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode survey terhadap berbagai obyek kajian tentang daya dukung lingkungan berbasis jasa ekosistem. Data diamati dan diukur sesuai dengan parameter abiotik, biotik, dan kultural serta diolah menggunakan Geographic Information System (GIS) untuk mengetahui sebarannya. Daya dukung lingkungan dinilai melalui pembobotan ekoregion dan penggunaan lahan berdasarkan panel ahli (expert judgement). Pembobotan dilakukan dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan metode yang digunakan adalah pairwise comparison. Secara umum, Kapanewon Dlingo terdiri dari 3 kelompok besar satuan ekoregion yaitu satuan perbukitan struktural, satuan perbukitan karst, dan lembah sungai atau fluvial. Potensi jasa ekosistem ekowisata di Kapanewon Dlingo di dominasi oleh kelas sedang dengan rentang nilai 0,542-1,046. Dengan mempertimbangkan analisis SWOT, pengelola dan pemangku kepentingan di Dlingo dapat merencanakan strategi pengembangan ekowisata yang efektif dan berkelanjutan, memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada sambil mengatasi kelemahan dan ancaman yang mungkin muncul.
Kapanewon Dlingo has several potential advantages and unique tourist attractions, both natural tourist attractions and artificial tourist attractions. Environmental characteristics and quality factors are important assets for optimizing ecotourism potential. Apart from that, you also need to know several things related to the carrying capacity that can be accommodated and management strategies. One approach to analyzing environmental carrying capacity that can be used is environmental carrying capacity based on ecosystem services. More specifically, the ecosystem services in question are cultural ecosystem services in the form of recreation and ecotourism. Therefore, the objectives of this research are (1) to examine environmental characteristics; (2) analyzing the conditions of environmental carrying capacity based on ecosystem services for ecotourism development; (3) formulate an environmental management strategy for ecotourism development in Kapanewon Dlingo, Bantul Regency. This research uses quantitative methods with a focus on regional analysis as the unit of analysis. The method used in this research is a survey method of various study objects regarding the carrying capacity of the environment based on ecosystem services. The data is observed and measured according to abiotic, biotic and cultural parameters and processed using a Geographic Information System (GIS) to determine the distribution. The carrying capacity of the environment is assessed through ecoregion and land use weighting based on expert judgment. Weighting is carried out using the Analytical Hierarchy Process (AHP) with the method used is pairwise comparison. In general, Kapanewon Dlingo consists of 3 large groups of ecoregional units, namely structural hill units, karst hill units, and river or fluvial valleys. The potential for ecotourism ecosystem services in Kapanewon Dlingo is dominated by the medium class with a value range of 0,542-1,046. By considering the SWOT analysis, managers and stakeholders at Dlingo can plan an effective and sustainable ecotourism development strategy, taking advantage of existing strengths and opportunities while overcoming weaknesses and threats that may arise.
Kata Kunci : ekowisata, ekoregion, daya dukung lingkungan, jasa ekosistem