Analisis kerincian citra spot pankromatik dalam menyajikan kenampakan penutup lahan daerah kekotaan Yogyakarta
Senawi, Prof. Dr. Sutanto
1989 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHCitra SPOT pankromatik dengan resolusi spasial ting¬gi sangat menarik perhatian untuk penyadapan data penutup lahan kekotaan. Data ini dapat diwujudkan dalam bentuk citra ataupun data digital dalam pita magnetik. Dalam tulisan ini dikemukakan hasil penelitian yang menganali¬sis kerincian citra SPOT pankromatik dalam menyajikan kenampakan penutup lahan daerah kekotaan, dengan lokasi penelitian di daerah kekotaan Yogyakarta. Tujuan pe¬nelitian ini adalah mengkaji kerincian data penutup lahan daerah kekotaan yang dapat disadap dari citra SPOT, de¬ngan menilai tingkat kemudahan intrepretasi serta menyu¬sun kunci interpretasi data penutup lahan pada citra SPOT Cara analisis kerinciannya berjenjang berdasarkan fungsi dan ukuran. Metode yang digunakan yaitu membandingkan antara kenampakan obyek yang ada pada citra SPOT dan kenyataannya di lapangan dengan teknik interpretasi citra secara manual dan pengujian lapangan. Analisis manual dilakukan atas citra SPOT pankromatik dari berbagai skala dan juga data SPOT yang berwujud floppy disk dengan bantuan komputer. Dari citra SPOT pankromatik, bentanglahan daerah kekotaan dapat dikenali sampai jenjang klasifikasi pe-nutup lahan tingkat III dan pada lokasi penelitian daerah kekotaan Yogyakarta dapat diperoleh tujuh kategori penu¬tup lahan pada klasifikasi tingkat II, yang terdiri atas dua puluh dua klas penutup lahan pada klasifikasi tingkat III menurut klasifikasi yang dikemukakan oleh Sutanto. Obyek-obyek kekotaan yang dapat ditafsirkan berdasarkan kenampakannya pada citra SPOT ini antara lain : jalan, sungai, selokan, rel kereta api, lapangan olah raga, stadion, lapangan udara, stasiun atau bengkel kereta api, pabrik, alun-alun, hutan buatan, kolam, sawah, perumnas, gedung sekolah atau bangunan-bangunan besar yang lain. Citra SPOT pankromatik merupakan sumber data yang potensial untuk penyadapan data penutup lahan, dan sudah dapat digunakan untuk studi kekotaan tingkat setengah rinci. Dengan resolusi spasial lOm x lOm, citra SPOT pankromatik mampu menyajikan data penutup lahan secara rinci. Penutup lahan tersebut dapat dikenali berdasarkan unsur rona, bentuk, ukuran, pola, tekstur, asosiasi dan kadang-kadang bayangannya. Bangunan-bangunan besar atau kenampakan lain yang mencirikan karakteristik daerah kekotaan daPat disadap darinya. Ukuran minimum obyek'{ untuk dapat diinterpretasi sangat bervariasi dan tidak' sama bagi tiap-tiap obyek. Sebagai contoh, ukuran 1 atau 2 pixel untuk obyek yang memanjang seperti jalan, sungai atau saluran irigasi, dan 5 pixel atau lebih untuk seko¬lahan dan perkantoran. Namun demikian, ada faktor-faktor yang mempengaruhi kenampakan obyek dan tingkat kemudahan interpretasi, yaitu: ukuran obyek, bentuk obyek, jenis material obyek, dan latar belakang atau lingkungan seki-tar obyek. Masing-masing faktor terse6ut memiliki keter-gantungan terhadap faktor yang lain.
-
Kata Kunci : Data penutup lahan kota,Citra spot pankromatik,Kota Yogyakarta,DIY