Evaluasi Ruang Terbuka Hijau Publik di Kawasan Padat Penduduk Kota Yogyakarta dengan Kriteria Ramah Anak. Kasus: Kelurahan Sorosutan, Baciro dan Rejowinangun
Thalya Alfiani Shafira, Diananta Pramitasari, S.T., M.Eng., Ph.D.
2024 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA
Kurangnya ruang bermain yang aman dan memadai di kawasan padat penduduk menjadi tantangan besar dalam pemenuhan hak anak untuk bermain dan belajar di alam terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas RTHP di kawasan padat penduduk, khususnya di Kota Yogyakarta, berdasarkan kriteria ramah anak yang ditetapkan oleh Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi dan penilaian langsung terhadap berbagai aspek RTHP, seperti lokasi, aksesibilitas, fasilitas, keamanan, kebersihan, serta kondisi lingkungan sekitar. Penelitian dilakukan pada 6 RTHP yang berada pada padat penduduk di Kota Yogyakarta, yaitu RTHP Sorosutan, RTHP Taman Begalor, RTHP Baciro, RTHP Taman Bakung, RTHP Taman Kantil dan RTHP Rejowinangun. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tingkat keraman anak pada setiap RTHP dan faktor-faktor yang mempengaruhi penilaian tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas RTHP di Kota Yogyakarta bervariasi. Beberapa RTHP telah memenuhi sebagian besar kriteria ramah anak, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti ketersediaan vegetasi yang cukup rindang, fasilitas bermain yang aman dan menarik, serta pengelolaan lingkungan yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor lingkungan sekitar, seperti kepadatan penduduk dan tingkat aktivitas masyarakat, turut mempengaruhi kualitas RTHP. Berdasarkan hasil evaluasi, penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya upaya yang lebih serius dalam meningkatkan kualitas RTHP di kawasan padat penduduk agar dapat menjadi ruang bermain dan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. Beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan antara lain adalah meningkatkan ketersediaan dan kualitas fasilitas bermain, memperbaiki kondisi vegetasi, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan RTHP. Dengan demikian, RTHP dapat menjadi ruang publik yang berkualitas dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak.
The lack of safe and adequate play spaces in densely populated areas poses a significant challenge in fulfilling children’s rights to play and learn in open environments. This study aims to evaluate the quality of Public Green Open Spaces (RTHP) in densely populated areas, particularly in Yogyakarta City, based on child-friendly criteria established by the Deputy for Child Rights Fulfillment. This research employs a quantitative approach using direct observation and evaluation of various aspects of RTHP, such as location, accessibility, facilities, safety, cleanliness, and the surrounding environmental conditions. The study was conducted on six RTHPs located in densely populated areas of Yogyakarta City: RTHP Sorosutan, RTHP Taman Begalor, RTHP Baciro, RTHP Taman Bakung, RTHP Taman Kantil, and RTHP Rejowinangun. The collected data were analyzed to identify the child-friendliness level of each RTHP and the factors influencing these assessments. The findings indicate that the quality of RTHPs in Yogyakarta City varies. Some RTHPs meet most of the child-friendly criteria, but several aspects still need improvement, such as providing adequate shaded vegetation, safe and engaging play facilities, and effective environmental management. Additionally, the study found that environmental factors, such as population density and community activity levels, also influence the quality of RTHPs. Based on the evaluation, this study concludes that more serious efforts are needed to improve the quality of RTHPs in densely populated areas to create safe, comfortable, and developmentally supportive spaces for children. Recommendations include increasing the availability and quality of play facilities, enhancing vegetation conditions, and involving the community in the management and utilization of RTHPs. In doing so, RTHPs can become high-quality public spaces that contribute to improving the quality of life for the community, particularly for children.
Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau Publik, Ramah Anak, Faktor Lingkungan, Kawasan Padat Penduduk, Kota Yogyakarta