Laporkan Masalah

Prospek kebijakan pengelolaan Kas sebagai upaya peningkatan pendapatan asli daerah melalui pemanfaatan Idle Cash di Kota Bekasi

YAHDI, Imam, Prof.Dr. Abdul Halim, MBA.,Akt

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model incremantal yang selama ini diterapkan pada Pemerintah Kota Bekasi dalam menghasilkan informasi idle cash dan perolehan bunga deposito, mengkaji prospek model anggaran kas dalam menghasilkan informasi idle cash dan perolehan bunga deposito, mengkaji prospek kebijakan pengelolaan kas sebagai upaya peningkatan PAD melalui pemanfaatan idle cash. Hal ini menarik untuk dilakukan karena pendapatan dari bunga deposito merupakan sumber pendapatan yang relatif baru selain pajak dan retribusi. Selama dua tahun kontribusi yang diberikan dari pendapatan bunga deposito terhadap PAD relatif besar yaitu 6,8 % untuk tahun 2002 dan 7,3% untuk tahun 2003, namun demikian model yang digunakan untuk menghasilkan informasi idle cash dan perolehan bunga deposito belum optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik analisis kuantitatif yaitu menggunakan pola penerimaan dan pola pengeluaran untuk membuat proyeksi aliran kas periode yang akan datang. Selain itu juga menggunakan teknik analisis kualitatif dengan menggunakan kriteria kelayakan alternatif kebijakan publik. Data yang digunakan untuk menghitung proyeksi aliran kas adalah data sekunder berupa laporan bulanan pelaksanaan APBD dari tahun 1999/2000 sampai dengan 2003, sedangkan untuk analisis kualitatif digunakan data primer dari hasil wawancara dan observasi. Setelah dilakukan analisis data, besarnya potensi bunga deposito yang dimiliki dalam pelaksanaan APBD Kota Bekasi tahun 2003 adalah sebesar Rp9.231.534.906 sementara realisasi yang diperoleh sebesar Rp6.292.811.360 atau terdapat selisih sebesar Rp2.938.723.546. Hal ini menunjukkan bahwa model incremental yang selama ini digunakan belum optimal dalam menghasilkan informasi idle cash dan perolehan bunga deposito. Dengan menggunakan model anggaran kas untuk tahun 2003 diperoleh bunga deposito sebesar Rp7.807.364.356 atau lebih besar dari perolehan yang dapat dicapai Pemerintah Kota Bekasi. Hal menunjukkan bahwa model anggaran kas mempunyai prospek untuk digunakan dalam menghasilkan informasi idle cash dan perolehan bunga deposito. Untuk proyeksi tahun 2004 dengan menggunakan model anggaran kas perolehan bunga deposito diperkirakan sebesar Rp6.073.199.905 sedangkan target yang ditetapkan Pemerintah Kota Bekasi hanya sebesar Rp4.848.958.048. Untuk hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa dari kriteria kalayakan teknis (technical feasibility), kelayakan ekonomi/finansial (economic and financial possibility), kelayakan politik (political viability) dan kelayakan administratif (administrative oparability) kebijakan pengelolaan kas sebagai upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pemanfaatan idle cash mempunyai prospek yang baik untuk dilanjutkan.

Government of Bekasi Municipalities in yielding information of idle cash and deposit interest acquirement, studying the prospect of the cash budget model in yielding information of idle cash and deposit interest acquirement, studying the prospect of cash management policy as an effort of improvement local government genuine receipt (PAD) through idle cash exploiting. It is interesting to be done because the revenue gained from deposit interest can be use as new source of revenue instead of tax and retribution. During the two years, contribution given from interest income of deposit to local government genuine receipt (PAD) relatively high is 7% for the year of 2002 and 9% for the year of 2003, but the model used to yield the information of idle cash and deposit interest acquirement not yet optimal as according to potency owned. The method used in this research is descriptive method with the quantitative analysis technique that is use the pattern of acceptance and pattern of expenditure to make the projection of cashflow for the future period. Beside that the qualitative analysis technique also used by using criterion the alternative feasibility of public policy. Data used to calculate the projection of cashflow is secondary data in the form of monthly report of APBD realisation from the year of 1999 / 2000 up to 2003, while qualitative analyse using primary data obtained from interview and observation. The result of analysis shown that the potency of deposit interest for 2003 should be Rp9.231.534.906 whereas realization obtained is Rp6.292.811.360 or there are difference in the amount of Rp2.938.723.546. It indicates that the incremental model used during this time not yet optimal in yielding information of idle cash and deposit interest acquirement. By using cash budget model for the year of 2003 obtained deposit interest equal to Rp7.807.364.356 or bigger than acquirement which can be reached by the Government of Bekasi Municipalities. It also indicates that the cash budget model have the prospect to be used in yielding information of idle cash and deposit interest acquirement. The projection for the year of 2004 by using cash budget model the deposit interest acquirement estimated equal to Rp6.073.199.905 while the target of Government of Bekasi Municipalities only Rp4.848.958.048. The result of qualitative analysis indicate that from technical feasibility, economic and financial possibility, political viability and administrative oparability the policy of cash management as an effort in improving local government genuine receipt (PAD) through exploiting of idle cash have the good prospect.

Kata Kunci : PAD,Pengelolaan Kas,Idle Cash, deposit interest, cash budget and policy prospect


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.