Laporkan Masalah

Pemanfaatan foto udara untuk penelitian bahaya erosi tanah di daerah aliran sungai Tirtomoo hulu kabupaten Wonogiri propinsi Jawa Tengah

Satriya Wardana, Drs. Prapto Suharsono, M.Sc.

1987 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini dilakukan di DAS Tirtomoyo Hulu, Kabupa¬ten Propinsi Jawa Tengah. Daerah ini dijadikan se¬bagai daerah penelitian karena foto udaranya sudah tersedia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peranan foto udara untuk penelitian bahaya erosi tanah dan untuk menduga bahaya erosi tanah yang terjadi di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah interpretasi foto udara yang disertai uji medan, kerja lapangan, dan kerja laborato- riom. Interpretasi foto udara dilakukan untuk mengidentifi¬fikasi bentuklahan, penutup lahan, kemiringan lereng, dan panjang lereng. Pengukuran panjang lereng dari foto udara dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan pendekatan ke¬rapatan drainasinya. Kerja lapangan dan kerja laboratoriom dilakukan untuk mengetahui erodibilitas tanah. Hasil penelitian yang diperoleh adalah diketahuinya peranan foto udara untuk penelitian bahaya erosi tanah, dan diketahuinya bahaya erosi tanah yang terjadi di daerah penelitian. Interpretasi bentuklahan dari foto udara cukup mudah untuk dilakukan karena foto udara tercermin dengan je¬las pada foto udara pankhromatik hitam putih skala 1:10.000. Interpretasi penutup lahan juga cukup mudah untuk dilakukan. liengenalannya didasarkan atas unsur-unsur dasar interpretasi foto udara, seperti rona, tekstur, pola, bentuk, ukuran, ba-yangan, asosiasi, dan situs. Sedangkan untuk mengetahui per¬giliran tanamannya dilakukan wawancara dengan penduduk se- tempat. Interpretasi kemiringan lereng dari foto udara ber-dasarkan uji medan mempunyai tingkat ketelitian 90,13 %. Se-dangkan berdasarkan perbandingan antara peta kemiringan le¬reng hasil interpretasi foto udara dengan peta kemiringan lereng hasil penghitungan dari peta topografi penyimpangan¬nya sebesar 10,39% pendugaan bahaya erosi tanah yang terjadi di dae¬rah penelitian adalah: tingkat bahaya erosi tanah ringan me¬nempati areal seluas 1.368,74 hektar (18,25%), bahaya erosi tanah tingkat sedang menempati area1 seluas 2.290,20 hektar (30,53 %), bahaya erosi tanah tingkat berat menempati areal seluas 1.880,43 hektar (25,08%), dan bahaya erosi tanan tingkat sangat berat menempati areal seluas 1.960,95 hektar (26,14%). Kesimpulan yang diperoleh adalan foto udara merupakan sarana yang cukup banyak membantu dalam penelitian bahaya erosi tanah. Dan bahaya erosi tanah yang terjadi di daerah penelitian ternyata telah mencapai tingkat yang berat, se-hingga perlu untuk se6era dilakukan penanggulangan erosi tanah.

-

Kata Kunci : Erosi tanah,Pemanfaatan foto udara,Wonogiri,Jawa Tengah

  1. S1-1987-2124-Satriya_Wardana_abstract.pdf  
  2. S1-1987-2124-Satriya_Wardana_bibliography.pdf  
  3. S1-1987-2124-Satriya_Wardana_tableofcontent.pdf  
  4. S1-1987-2124-Satriya_Wardana_title.pdf