Persepsi Wisatawan Nusantara Terhadap Citra Destinasi Kampung Turis Prawirotaman
ERLA FEBRINA PERMATA SARI, Popi Irawan M.Sc., Ph. D.
2024 | Skripsi | PARIWISATA
Sektor pariwisata merupakan salah satu industri strategis yang memiliki potensi dalam mendorong pembangunan ekonomi kawasan maupun negara. Salah satu kampung di Kota Yogyakarta yang diresmikan menjadi kawasan wisata adalah Kampung Prawirotaman. Wilayah Prawirotaman dulunya dikenal sebagai “Kampung Batik” namun seiring berjalannya waktu berubah menjadi “kampung Turis”. Citra destinasi memiliki peran penting dalam proses pengembangan suatu destinasi serta mempengaruhi kepuasan wisatawan nusantara dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, sangat menarik untuk mengkaji persepsi wisatawan nusantara terkait citra destinasi Kampung Turis, kawasan wisata Prawirotaman.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif di Kampung Prawirotaman, Yogyakarta, pada bulan September dan Oktober 2024. data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 responden dengan metode convenience sampling. Kuesioner ini mengadaptasi item pernyataan dari (Reitsamer & Brunner-Sperdin, 2016) yang mencakup aspek aksesibilitas, amenitas, atraksi, hiburan, kenyamanan, keinginan berkunjung kembali, komunitas lokal, dan testimoni (word of mouth). Penilaian menggunakan Skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden mayoritas sangat setuju dengan semua variabel yang diteliti, dan terdapat pengaruh signifikan antara aksesibilitas, amenitas, serta atraksi dengan citra destinasi di Kampung Turis Prawirotaman.
The tourism sector is a strategic industry that has the potential to encourage regional and national economic development. One of the villages in the city of Yogyakarta which was inaugurated as a tourist area is Prawirotaman Village. The Prawirotaman area was previously known as "Batik Village" but over time it turned into a "Tourist Village". Destination image has an important role in the development process of a destination and influences tourist satisfaction in decision making. Therefore, it is very interesting to study tourists' perceptions regarding the development of the image of the tourist village destination in the Prawirotaman tourist area. This research uses quantitative descriptive methods. The research location is Prawirotaman Village, Brontokusuman, Mergangsan, Special Region of Yogyakarta.
This study used a quantitative descriptive method in Kampung Prawirotaman, Yogyakarta, in September and October 2024. Data were collected through a questionnaire distributed to 100 respondents using the convenience sampling method. This questionnaire adapted statement items from (Reitsamer & Brunner-Sperdin, 2016) which included aspects of accessibility, amenities, attractions, entertainment, comfort, desire to revisit, local community, and testimonials (word of mouth). The assessment used a Likert Scale. The results showed that the majority of respondents strongly agreed with all the variables studied, and there was a significant connection between accessibility, amenities, and attractions with the destination image in Kampung Turis Prawirotaman.
Kata Kunci : Persepsi Wisatawan, Citra Destinasi, Prawirotaman