Perkembangan Urban Sprawl Kota Yogyakarta di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul
DENNY ARIFIANTO, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.
2024 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Kecamatan Banguntapan merupakan wilayah pinggiran kota yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta sehingga memiliki potensi yang tinggi terhadap fenomena urban sprawl. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perkembangan urban sprawl di Kecamatan Banguntapan tahun 1993 sampai dengan tahun 2023 (2) Mengetahui faktor pendorong urban sprawl di Kecamatan Banguntapan tahun 1993 sampai dengan tahun 2023 (3) Mengetahui pola spasial perkembangan urban sprawl di Kecamatan Banguntapan tahun 1993 sampai dengan tahun 2023.
Penelitian ini menggunakan citra Landsat 5, citra Landsat 7, dan citra Sentinel 2 A sebagai sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini didapatkan melalui kegiatan survei lapangan. Data penggunaan lahan yang digunakan sebagai dasar analisis urban sprawl didapatkan melalui interpretasi citra. Perkembangan pola spasial urban sprawl dianalisis menggunakan metode Nearest Neighbour Analysis (NNA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban sprawl Kecamatan Banguntapan selama tahun 1993 – 2023 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 943,03 ha dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 31,43 ha/tahun. Faktor pendorong peningkatan urban sprawl di Kecamatan Banguntapan meliputi 3 faktor, yaitu pembangunan perguruan tinggi, industri skala menengah dan besar, serta pembangunan perumahan. Pola spasial urban sprawl di Kecamatan Banguntapan didominasi oleh pola acak. Wilayah Utara yang meliputi Desa Banguntapan, Baturetno, dan Jagalan mengalami perubahan dari pola mengelompok menjadi pola seragam. Sementara itu, wilayah Selatan yang meliputi Desa Jambidan, Tamanan, Wirokerten, dan Potorono mengalami perubahan dari pola mengelompok menjadi pola acak.
Banguntapan Sub-district is a suburban area that borders directly with the city of Yogykarta so that it has a high potential for the phenomenon of urban sprawl. This research aims to: (1) To identify the development of urban sprawl in Banguntapan Sub-district from 1993 to 2023 (2) To identify the driving factors of urban sprawl in Banguntapan Sub-district from 1993 to 2023 (3) To identify the spatial pattern of urban sprawl development in Banguntapan Sub-district from 1993 to 2023.
This research uses Landsat 5 imagery, Landsat 7 imagery, and Sentinel 2 A imagery as secondary data sources. Primary data sources in this research were obtained through field survey activities. Land use data used as the basis for urban sprawl analysis was obtained through image interpretation. The development of urban sprawl spatial pattern is analyzed using Nearest Neighbour Analysis method.
The results showed that urban sprawl in Banguntapan Subdistrict during 1993 - 2023 experienced a significant increase, which amounted to 943.03 ha with an average growth rate of 31.43 ha/year. Factors driving the increase of urban sprawl in Banguntapan Sub-district include 3 factors, namely the development of universities, medium and large scale industries, and housing development. The spatial pattern of urban sprawl in Banguntapan Sub-district is dominated by a random pattern. The northern area, which includes Banguntapan, Baturetno, and Jagalan villages, has changed from a clustered pattern to a uniform pattern. Meanwhile, the South area, which includes Jambidan, Tamanan, Wirokerten, and Potorono villages, experienced a change from a clustering pattern to a random pattern.
Kata Kunci : Pola Spasial, Urban Sprawl, Wilayah Pinggiran Kota