Laporkan Masalah

Analisis Keberlanjutan Sistem Produksi Sapi Potong Terintegrasi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Musi Banyuasin

Bryan Wisnu Prabowo, Prof. Ir. Tri Satya Mastuti Widi, S.Pt., M.P., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU.

2024 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Integrasi antara perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi rakyat memiliki pengelolaan yang bervariasi di antara peternak dan wilayah. Model integrasi yang berkelanjutan antara kedua sektor ini perlu dievaluasi agar dapat memenuhi semua aspek ekonomi, ekologi, dan sosial (EES) ketika diterapkan oleh peternak rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi isu-isu EES relevan; (2) menetapkan indikator yang sesuai untuk mengukur keberlanjutan; dan (3) menganalisis kontribusi masing-masing indikator pada keberlanjutan sistem produksi sapi potong terintegrasi dengan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilakukan di sentra peternakan rakyat dengan sistem pemeliharaan terintegrasi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Analisis keberlanjutan dalam penelitian ini mencakup lima langkah, yaitu (1) deskripsi kondisi permasalahan, (2) identifikasi stakeholder, (3) identifikasi isu-isu EES, (4) pemilihan indicator keberlanjutan (IK) berdasarkan isu EES, dan (5) pengukuran kontribusi IK terhadap keberlanjutan. Hasil deskripsi kondisi pada sistem produksi ini berkaitan dengan produktivitas ternak yang kurang baik. Stakeholder yang teridentifikasi dalam penelitian ini meliputi peternak, pemerintah daerah, petugas lapangan peternakan, perusahaan perkebunan kelapa sawit, akademisi, jagal, pedagang daging, dan konsumen. Identifikasi isu EES dilakukan melalui analisis SWOT selama FGD. Tujuh isu EES teridentifikasi, yaitu keuntungan ekonomi, produktivitas ternak, penggunaan lahan, biodiversitas, limbah ternak, akses lahan, dan kesejahteraan peternak. Sebanyak delapan belas indikator digunakan untuk menggambarkan isu-isu EES. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator keuntungan ekonomi, akses lahan, penggunaan lahan, dan biodiversitas menunjukkan kontribusi yang baik pada keberlanjutan, sedangkan indikator kesejahteraan peternak, produktivitas ternak, dan limbah ternak menunjukkan hasil sebaliknya. Indikator pada pilar ekonomi menunjukkan tingkat kontribusi pada keberlanjutan yang lebih rendah dibandingkan dengan pilar ekologi dan sosial. Peningkatan keberlanjutan dapat dicapai dengan memperbaiki manajemen pakan, limbah, dan perkawinan ternak, serta meningkatkan kapasitas peternak melalui pelatihan.

The integration of oil palm plantations and smallholder cattle farming varies across management practices among farmers and regions. The sustainable integration model between these two sectors needs to be reassessed to meet all economic, ecological, and social aspects when applied by smallholder farmers. This study aims to (1) identify relevant EES issues; (2) determine suitable indicators for measuring sustainability; and (3) analyze the indicators contibution to sustainability of the integrated beef cattle production system with oil palm plantations in Musi Banyuasin Regency. The research was conducted in smallholder cattle farming centers with an integrated oil palm plantation management system in Lais District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The sustainability analysis in this study includes five steps: (1) describing the problem conditions, (2) identifying stakeholders, (3) identifying EES issues, (4) selecting sustainability indicators (IK) based on EES issues, and (5) measuring the contribution of IK to sustainability. The findings from the situation assessment of this production system indicate poor productivity of the livestock. Identified stakeholders in this study include farmers, local government, livestock field officers, oil palm plantation companies, academicians, slaughterhouses, meat traders, and consumers. EES issues were identified through SWOT analysis during focus group discussions (FGD). Seven EES issues were identified: economic benefits, livestock productivity, land use, biodiversity, livestock waste, land access, and farmer welfare. Eighteen indicators were used to describe the issues. The results indicate that economic benefits, land access, land use, and biodiversity indicators show a good contribution to sustainability, while farmer welfare, livestock productivity, and livestock waste indicators indicate negative outcomes. The indicators in economic pillar has a lower contribution to sustainability compared to the ecological and social pillars. Enhancing sustainability can be achieved by improving feed management, waste management, and livestock breeding practices, as well as increasing farmers' capacity through training.

Kata Kunci : Integrasi, Keberlanjutan, Peternak rakyat, Sapi potong, Sistem Produksi

  1. S2-2024-471486-abstract.pdf  
  2. S2-2024-471486-bibliography.pdf  
  3. S2-2024-471486-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2024-471486-title.pdf  
  5. S2-2025-471486-abstract.pdf  
  6. S2-2025-471486-bibliography.pdf  
  7. S2-2025-471486-title.pdf