Laporkan Masalah

Analisis kemampuan keuangan daerah untuk melakukan pinjaman sebagai alternatif sumber pendanaan pembangunan :: Studi kasus Kabupaten Bantul

IRAWATI, Rosnita, Drs. Harnanto, M.Soc.Sc

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan mengukur kemampuan keuangan daerah Kabupaten Bantul untuk melakukan pinjaman sebagai alternatif sumber pendanaan pembangunan dan untuk menghitung besarnya pinjaman maksimal yang relatif aman bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul. Penelitian ini juga dilengkapi dengan penghitungan kemampuan keuangan daerah dalam memenuhi kewajiban membayar angsuran selama jangka waktu pinjaman. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari tahun anggaran 2000 – 2004, Pendapatan Asli Daerah, Belanja rutin dan belanja pembangunan serta data Rencana Strategik Kabupaten Bantul. Data-data tersebut diperoleh dari Bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul dan Kantor Bappeda Kabupaten Bantul. Analisis data dilakukan dengan menghitung batas maksimum pinjaman dan Debt Service Coverage Ratio selama jangka waktu pinjaman. Alat analisis pendukung lain adalah analisis kontribusi dan pertumbuhan variabel penerimaan dan belanja daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun anggaran 2005, Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dapat melakukan pinjaman baru dengan batas maksimum pinjaman sebesar Rp270.615.342.192,65. Dana netto yang harus disisihkan untuk pembayaran angsuran adalah sebesar Rp59.535.375.282,38 setiap tahun selama jangka waktu pinjaman. Proyeksi penghitungan DSCR menunjukkan nilai di atas ketentuan yang disyaratkan yaitu dengan nilai DSCR rata-rata dari tahun 2006 sampai dengan 2015 sebesar 7,062 dengan asumsi jangka waktu pinjaman 10 tahun dan tingkat bunga 12%. Dengan demikian Kabupaten Bantul layak melakukan pinjaman.

The purpose of this study was to measure ability of regional finance to do borrowing as an alternative of development financing and to calculate borrowing capacity, which is maximum and relatively secure for government of Bantul regency. This study was also equipped with calculation simulation of financial ability for borrowing period. Data used in this study was annual time series secondary data from 2000 to 2005, regional budget of government regency of Bantul, regional original income, routine expenditure and development expenditure and also the strategic planning of Bantul regency. These data obtained from financial section and regional planning agency of Bantul regency government. Analysis used was maximum borrowing limit, instalment of borrowing each year during the borrowing period and Debt Service Coverage Ratio. Supporting analytic tool was contribution and growth rate analysis of regional revenue and expenditure variable. The result showed that in 2005 budget year, the maximum borrowing limit for regional finance of Bantul regency Rp270.615.342.192,65. Each year during the borrowing period, the nett funds needed for instalment borrowing payment Rp59.535.375.282,38. Based on the regional revenue and expenditure projection, the average DSCR in 2005 to 2015 budget year was 7,062 with assumption of 10 year borrowing period and interest rate 12%. Therefore, the government of Bantul regency can use fund from borrowing source in 2005 year budget

Kata Kunci : Keuangan Daerah,Dana Pembangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.