Laporkan Masalah

DARI LAUT KE DARAT: PERALIHAN MATA PENCAHARIAN PADA MASYARAKAT KAMPUNG NELAYAN DI TAMBAK LOROK, KOTA SEMARANG

AZLIA QOTHRUNNADA, Prof. Dr. Pujo Semedi Hargo Yuwono, M.A.

2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Tambak Lorok menjadi salah satu wilayah yang dihuni oleh komunitas nelayan di Kota Semarang. Namun, terdapat kecenderungan bahwa pekerjaan ini berangsur ditinggalkan oleh masyarakat dan beralih pada pekerjaan lain khususnya di darat. Dalam penelitian ini, penulis mengulik mengenai peralihan mata pencaharian masyarakat yang identik dengan sektor perikanan serta menelaah faktor-faktor yang mendorong fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan kepada para pekerja di Tambak Lorok, baik nelayan maupun nonnelayan. Hasilnya, peralihan kerja menjadi harapan bagi nelayan Tambak Lorok untuk mendapatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik. Namun, adanya berbagai keterbatasan menghambat mereka untuk berpindah pekerjaan dan tidak dapat melepas profesi mereka. Secara internal, faktor yang paling mempengaruhi peralihan kerja adalah keterampilan dan level pendidikan. Sementara itu, faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah jaringan sosial untuk menarik individu dalam lapangan kerja.

Tambak Lorok is an area inhabited by fishermen’s community in Semarang City. However, there is a tendency for this occupation to be slowly abandoned by society and shift to other occupations, especially on the land. In this research, writer dig about occupational shifts of the community that are identical with the fisheries sector and analyze some factors that push the phenomenon. This research used a qualitative method with semi-structured interview and field observation to employers in Tambak Lorok, either fishermen or non fishermen. As a result, occupational shifts become hope for Tambak Lorok Fishermen for getting a better economic life. However, some limitations hold them to shifting jobs and they can't leave their proffesion. Internally, the most influential factors of occupational shift are skill and educational level. Meanwhile, externally the most influential factor is social relation to pull individuals in employment.

Kata Kunci : peralihan kerja, kampung nelayan, masyarakat nelayan

  1. S1-2025-462945-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462945-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462945-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462945-title.pdf