Strategi Pengembangan Unit Usaha Agribisnis pada KUD di Kabupaten Sleman
Fa'iq Muhammad Aziz, Prof. Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2024 | Tesis | S2 Magister Manj.Agribisnis
Unit usaha menjadi sumber pendapatan bagi Koperasi Unit Desa (KUD). Unit usaha
yang semestinya berjalan adalah unit usaha yang berfokus pada ekonomi pedesaan
dan agribisnis yang mengutamakan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan
menganalisis kontribusi pendapatan unit usaha agribisnis pada KUD di Kabupaten
Sleman (1), mengkaji persepsi pemangku kepentingan pada KUD terhadap unit
usaha agribisnis pada KUD di Kabupaten Sleman (2), merumuskan strategi
pengembangan unit usaha agribisnis pada KUD di Kabupaten Sleman (3), serta
menentukan strategi prioritas unit usaha agribisnis pada KUD di Kabupaten Sleman
(4). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan
penyebaran kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif
dengan pendekatan kuantitatif yang memberikan gambaran kondisi KUD serta
lingkungan di sekitarnya. Kontribusi pendapatan unit usaha agribisnis pada KUD
dihitung dengan menjumlahkan pendapatan unit usaha agribisnis dibagi dengan
jumlah pendapatan total KUD dan dikali 100%. Persepsi pemangku kepentingan
KUD terhadap unit usaha agribisnis pada KUD menggunakan skala likert.
Perumusan strategi pengembangan unit usaha agribisnis pada KUD menggunakan
analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threats) dengan
menggunakan tabel I FAS-EFAS. Penentuan strategi prioritas menggunakan
analisis QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Sampel penelitian sebanyak
111 orang terdiri dari 26: pengawas, pengurus, karyawan KUD dan Dinas Koperasi,
dan 79 anggota KUD yang masih aktif mengikuti Rapat Anggota Tahunan (RAT)
dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukan kontribusi pendapatan unit usaha
agribisnis pada KUD tergolong rendah karena nilainya <40>4,19. Posisi KUD di Kabupaten Sleman berada pada kuadran III
dengan strategi pengembangan yang bisa dijalankan yaitu memperluas jaringan
pemasaran dengan memanfaatkan teknologi untuk menarik konsumen baru dan
mencari investor untuk pengembangan unit usaha agribisnis. Adapun strategi
prioritas yang bisa dijalankan yaitu mencari investor untuk pengembangan unit
usaha agribisnis.
The business units within the Village Unit Cooperative (Koperasi Unit Desa or KUD)
are crucial sources of revenue, with a primary focus on rural economy and
agribusiness, particularly in the agricultural sector. This study aims to: (1) analyze
the contribution of agribusiness unit revenues to KUD's total income in Sleman
Regency; (2) assess stakeholder perceptions of agribusiness units within KUD in
Sleman Regency; (3) formulate strategies for the development of agribusiness units
in KUD in Sleman Regency; and (4) determine priority strategies for these units.
Data collection methods include observation, interviews, and questionnaires. The
analysis employs descriptive statistics with a quantitative approach to depict the
condition of KUDs and their surrounding environment. The contribution of
agribusiness unit revenues is calculated by dividing the revenue from agribusiness
units by the total revenue of the KUD and multiplying by 100%. Stakeholder
perceptions are evaluated using a Likert scale. Strategy formulation for the
development of agribusiness units employs SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, and Threats) analysis with IFAS-EFAS tables. Priority strategies are
determined using the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) analysis. The
sample consists of 111 individuals, including 26: supervisors, administrators, KUD
staff, and representatives from the Cooperative Department, and 79 active KUD
members who have attended the Annual Member Meeting (Rapat Anggota Tahunan
or RAT) in the past two years. The findings reveal that the contribution of
agribusiness unit revenues to KUD's total income is relatively low, with a value of
less than 40%. Stakeholder perceptions of agribusiness units within KUD are very
positive, with a value exceeding 4.19. The KUDs in Sleman Regency are positioned
in quadrant III, indicating that viable development strategies include expanding
marketing networks by leveraging technology to attract new customers and seeking
investors for agribusiness unit development. The priority strategy is to seek
investors for the development of agribusiness units.
Kata Kunci : Koperasi Unit Desa, Unit Usaha Agribisnis, SWOT, QSPM