Laporkan Masalah

Eufemisme Penerjemahan Istilah Tabu Buku The Subtle Art of Not Giving A F*ck dari Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia

Aisyah Riska, Suray Agung Nugroho, S.S, M.A, Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini menganalisis penerjemahan istilah tabu dalam buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck karya Mark Manson dan versi terjemahan bahasa Indonesianya, “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” oleh F. Wicaksono. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penerjemahan harfiah dan metode komparatif untuk membandingkan makna literal dan konotatif istilah tabu dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran. Data diperoleh melalui metode simak dan catat, melibatkan analisis istilah tabu berdasarkan teori Wardhaugh (2010) dan fungsi pragmatik istilah tabu menurut Allan dan Burridge (1991), serta kategori eufemisme menurut Allan dan Burridge (1991).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis istilah tabu dalam buku sumber, yaitu tabu seks, ekskresi, anggota tubuh, kepercayaan, kematian, dan binatang. Dari jumlah tersebut, tabu seks merupakan jenis yang paling dominan dengan total 163 kemunculan, digunakan sebagai epithets (149 kali), insults (11 kali), dan expletives (3 kali). Analisis terhadap strategi penerjemahan menunjukkan bahwa dari 16 kategori eufemisme Allan dan Burridge (1991), penerjemah menggunakan 8 kategori, dengan kategori Colloquial sebagai yang paling dominan (106 kali), terutama pada tabu seks dalam bentuk epithets (85 kali). Transformasi ini mengindikasikan upaya penerjemah dalam menyesuaikan teks dengan norma bahasa Indonesia yang lebih konservatif tanpa menghilangkan intensitas makna asli.

Temuan ini mengimplikasikan bahwa penggunaan istilah tabu dalam buku sumber tidak hanya sebagai alat ekspresi, tetapi juga sebagai strategi komunikasi yang memperkuat dampak emosional teks. Penerjemahan istilah-istilah ini melalui eufemisme mencerminkan perbedaan norma budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran, serta menunjukkan bagaimana bahasa tabu dapat digunakan secara efektif dalam komunikasi persuasif dan ekspresif.

This study analyzes the translation of taboo terms in “The Subtle Art of Not Giving a F*ck” by Mark Manson and its Indonesian translation, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, by F. Wicaksono. The research employs a descriptive qualitative method, using literal translation technique and a comparative method to examine the literal and connotative meanings of taboo terms in both the source and target languages. Data were collected through observation and note-taking, involving an analysis of taboo terms based on Wardhaugh’s (2010) theory, the pragmatic functions of taboo language according to Allan and Burridge (1991) and categories of euphemism by Allan and Burridge’s (1991).

The findings reveal six types of taboo terms in the source text: sexual taboos, excretion, body parts, religion, death, and animals. Among these, sexual taboos are the most dominant, appearing 163 times, primarily as epithets (149 times), insults (11 times), and expletives (3 times). An analysis of translation strategies indicates that, out of Allan and Burridge’s (1991) 16 categories of euphemism, the translator used 8, with the Colloquial category being the most dominant (106 occurrences), particularly for sexual taboos in the form of epithets (85 times). This transformation suggests an effort by the translator to adapt the text to the more conservative linguistic norms of Indonesian while maintaining the original intensity of meaning.

These findings imply that taboo terms in the source text function not only as expressive tools but also as communicative strategies that enhance the emotional impact of the text. The use of euphemisms in translation reflects cultural norm differences between the source and target languages and demonstrates how taboo language can be effectively used in persuasive and expressive communication.

Kata Kunci : Eufemisme, Istilah Tabu, Terjemahan, The Subtle Art of Not Giving A F*ck

  1. S2-2025-495895-abstract.pdf  
  2. S2-2025-495895-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-495895-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-495895-title.pdf