Laporkan Masalah

Analisis sektor ekonomi potensial dalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bandung Tahun 1993-2002

MARYAM, R. Iin Roseptina, Drs. M. Adnan Hadjam, MA

2004 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Kabupaten Bandung merupakan salah satu kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Barat. Rata-rata pendapatan per kapita selama periode penelitian yaitu tahun 1993 sampai dengan 2002 adalah sebesar Rp1.889.684,90,- per tahun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Kriteria Sektor Potensial menunjukkan bahwa urutan pertama sektor ekonomi potensial di Kabupaten Bandung yang mampu menyerap tenaga kerja selama periode penelitian tahun 1993-1997 (prakrisis) adalah sektor indutr\i pengolahan, sedangkan urutan terakhir adalah sektor pertanian. Rata-rata sektor industri pengolahan mampu memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah sebesar 49,67% setiap tahun, dengan rata-rata produktivitas kesempatan kerja sektor industri pengolahan pada periode 1993-1997 (prakrisis) adalah sebesar Rp11,84 juta dan rata-rata elastisitas kesempatan kerja sebesar 2,03%. Rata-rata sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap PDRB sebesar 12,35% setiap tahunnya dengan rata-rata produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan nilai tambah sektor usaha sebesar Rp2,60 juta setiap tahun dan ratarata elastisitas kesempatan kerja sebesar 0,28%. Pada periode tahun 1998-2002 (pascakrisis) urutan pertama sektor ekonomi potensial yang mampu menyerap tenaga kerja adalah sektor listrik, gas dan air bersih dan urutan terakhir adalah sektor bangunan. Rata-rata sektor listrik, gas dan air bersih mampu memberikan kontribusi terhadap PDRB adalah sebesar 5,02% dengan rata-rata produktivitas kesempatan kerja sebesar Rp57,25 juta dan rata-rata elastisitas kesempatan kerja sebesar 9,64%. Sektor bangunan mampu memberikan kontribusi terhadap PBRD sebesar 3,32% setiap tahun dengan ratarata produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan nilai tambah sektor usaha sebesar Rp2,50 juta setiap tahun dan rata-rata elastisitas kesempatan kerja sebesar -0,90%.

Kabupaten Bandung is a municipality which has the most population in Jawa Barat Province. The average income per capita during study period (1993- 2002) is Rp1,889,684.90 per year. Based on Location Quotient analysis, Growth Ratio Model, Overlay analysis, and The Potential Sector Criteria show that the first potential sector which absorbed employment during 1993-1997 (precrisis) is manufacturing industry and the last sector is agricultural industry. The average contribution of manufacturing industry to gross regional domestic product (GRDP) is 49.67% per year, with employment productivity is Rp11.84 million per employee and the average of employment elasticity is 2.03%. While the contribution agricultural industry to GRDP is 12.35% per year with employment productivity is Rp2.6 million per employee per year, and the average of employment elasticity is 0.28%. During 1998-2002 (pascacrisis), the first potential sector is electricity, gas, and water clean and the last sector is building.The average contribution of electricity, gas, and water to gross regional domestic product (GRDP) is 5.02% per year, with employment productivity is Rp57.25 million per employee and the average of employment elasticity is 9.64%. While the contribution building to GRDP is 3.32% per year with employment productivity is Rp2.5 million per employee per year, and the average of employment elasticity is -0.90%.

Kata Kunci : Sektor Unggulan,Tenaga Kerja, Penyerapan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.